
metrodeadline.com – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014 telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam sistem kesehatan di Indonesia.
Program ini memberikan akses yang luar biasa kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih layak.
Sebelum program JKN-KIS bergulir, Biaya kesehatan yang mahal menjadikan masyarakat sulit untuk mengakses pelayanan yang baik khususnya kalangan menengah kebawah.
Namun kini program JKN-KIS dengan sistem gotong royong telah menjadi solusi untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang baik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu Peserta yang sudah merasakan manfaatnya adalah Sukamti (46), Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN ini kesehariannya memiliki kesibukan sebagai petani perkebunan.
Ia merasa bahwa kehadiran program JKN-KIS telah banyak membantu masyarakat seperti dirinya.
Saat ditemui tim Jamkesnews, Ibu Sukamti yang berdomisili di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur tersebut menuturkan bahwa kartu JKN-KIS ini menghilangkan kendala terkait masalah finansial untuk berobat.
“Saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang oleh Pemerintah sejak tahun 2017.
Sebelum memiliki kartu JKN-KIS, saya kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik karena biaya yang mahal bagi kalangan masyarakat seperti saya, apalagi penghasilan saya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun sekarang saya dapat berobat dengan tenang serta pelayanan juga berkualitas,” ujarnya.
Sukamti menambahkan bahwa sampai saat ini masih rutin menggunakan kartu JKN-KIS nya untuk berobat di Puskesmas. Sukamti berharap program JKN-KIS terus berjalan, karena program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat.
“Program JKN-KIS sangat membantu masyarakat memperolah layanan kesehatan untuk kalangan masyarakat ekonomi yang menengah kebawah.
Selain itu, pelayanan yang diberikan pada fasilitas kesehatan baik itu di rumah sakit maupun di puskesmas sudah sangat baik, terima kasih kepada Pemerintah telah membantu masyarakat termasuk saya dan keluarga sebagai peserta JKN-KIS.
Selama menjadi peserta JKN-KIS kami sudah tidak pusing lagi memikirkan masalah biaya untuk berobat,” tutup Sukamti. (be)
