Masyarakat Tanyakan Misi Loekman Tentang ke Amanan

Lampung Tengah – Lagi dan lagi aksi begal terjadi di ruas Tol trans lampung Terbanggi lampung tengah palembang di kutip dari Gridoto.com pada senin 19 agustus 2019.
Korban berasal dari palembang sumatra selatan yang dimana korban hendak melalu Tol terbanggi – palembang yang kini belum di fungsikan ,akibat tak mengetahui hal tersebut korban memutar arah namun para begal hadir hendak membatu menyinkirkan corcoran untuk melintas, hal hasil bukan nya membantu melainkan korban di ancam akan di bunuh jika tidak memberikan barang – barang berharga nya.

Ahmad Ridwan (25), salah seorang korban mengatakan, mereka tidak tahu jika ruas jalan tol Terbanggi Besar menuju Palembang belum difungsikan.

“Di lokasi (tempat kejadian perkara), kami kira bisa langsung masuk (ruas Terbanggi – Palembang), tapi ternyata belum dibuka. Setelah melihat masih ada cor-coran (pembatas jalan), kami hendak putar arah,” katanya,

“Namun, ada beberapa orang keluar dari arah depan dan bilang mau bantu singkirkan cor-coran supaya kami bisa lewat,” kata Ahmad Ridwan, Senin (19/8/2019).

Namun, setelah mendekat bukannya membantu, sebanyak delapan orang keluar bersamaan dan langsung mencegat mobil.

“para pelaku mengancam akan membunuh jika tidak memberikan barang berharga mereka, diantara meraka membawa tombak, balok, senjata api, senjata tajam” jelas ridwan

Mendapat laporan korban, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Lampung Tengah langsung bergerak mencari para pelaku.

Dua jam lebih kurang setelah kejadian, satu dari delapan pelaku berhasil diringkus.

Pelaku atas nama Ardiansyah (25), warga Kampung Terbanggi, Kecamatan Terbanggi Besar.

Yang jadi pertanyaan masyarakat adalah, bagaimana dengan salah satu visi misi Bupati lampung tengah Loekman yang dimana pada sebelum nya iya menjabat sebagai wakil bupati, bahwasan nya salah satu misi yang di galakan adalah keamanan untuk lampung tengah, dalam hal ini dalam kenyataan nya ke amaan belum bisa di rasakan masyarakat lampung tengah maupun masyarakat luar daerah.

Contoh hal kecil yang terjadi tak jauh dari kantor bupati lampung tengah salah satu warung jajanan anak sekolah milik heni yulita di sampain SD N 1 Gunung Sugih pasar kerap di bobol oleh orang yang tak dikenal yang dimana pada bulan aguatus 2019 sudah 2 kali dibobol. (Rizki)

You might also like

error: Content is protected !!