MADIUN – Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, resmi membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SD/SMP se-Madiun Raya bertajuk SMAPI Silat Cup I di SMAN Pilangkenceng, Senin (12/10/2026). Kejuaraan ini diikuti 288 peserta yang berasal dari 25 sekolah dasar (SD) dan 10 sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Madiun.
Kejuaraan tersebut menjadi salah satu upaya untuk melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan prestasi di bidang olahraga bela diri tradisional.
Kepala SMAN Pilangkenceng, Kristianita Sunaringtyas, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan SMAPI Silat Cup I tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, melalui kejuaraan ini, para pelajar diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta menghargai sesama peserta. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet pencak silat berprestasi yang dapat membawa nama baik sekolah maupun daerah.
Kejuaraan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat, yang menjadikan pencak silat bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya pencak silat sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, mental juang, dan akhlak generasi muda.
Ia mengingatkan bahwa kemenangan dalam pertandingan bukanlah satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, setiap peserta harus mampu menunjukkan sikap sportif, menghormati lawan, mematuhi aturan pertandingan, serta menjaga persaudaraan di antara sesama pesilat.
Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan mengasah kemampuan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, meskipun berasal dari sekolah maupun perguruan pencak silat yang berbeda.
“Kita boleh berbeda perguruan, tetapi kita tetap satu keluarga besar Kampung Pesilat Kabupaten Madiun,” tegas Bupati.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pencak silat harus menjadi sarana pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Nilai persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga kedamaian perlu terus ditanamkan sejak dini agar para pelajar tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berkarakter.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Madiun dalam memperkuat identitas Kampung Pesilat Indonesia. Pemkab Madiun sebelumnya telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia sebagai landasan penguatan kerukunan antarperguruan dan pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya daerah.
Dengan demikian, pembinaan pencak silat di kalangan pelajar memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mencetak atlet potensial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya, kedisiplinan, dan persaudaraan kepada generasi penerus.
Rangkaian kegiatan pembukaan SMAPI Silat Cup I ditutup dengan peninjauan bazar siswa SMAN Pilangkenceng oleh Bupati Madiun. Kehadiran bazar tersebut turut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan mempromosikan produk dan hasil karya mereka.
Melalui SMAPI Silat Cup I, diharapkan lahir atlet-atlet pencak silat muda yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kejuaraan, sekaligus menjadi generasi penerus yang menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keharmonisan di Bumi Kampung Pesilat.
Rohim
