Tulang Bawang Barat

Bupati Tubaba Tinjau Langsung Pengerjaan Batik Pranan Dita di Tiyuh Mulya Asri

30
×

Bupati Tubaba Tinjau Langsung Pengerjaan Batik Pranan Dita di Tiyuh Mulya Asri

Sebarkan artikel ini

Tubaba — Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Tulang Bawang Barat meninjau langsung proses pengerjaan Batik Ecoprint Pranan Dita di Tiyuh Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (20/08/2026).

 

 

 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam mendorong pengembangan produk lokal, pemberdayaan pelaku usaha, serta pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

 

 

 

Dalam kunjungan itu, Bupati melihat secara langsung proses pembuatan Batik Pranan Dita, mulai dari tahapan pengerjaan hingga menghasilkan kain dengan motif dan karakter khas. Proses tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk kerajinan yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi.

 

 

 

Bupati Novriwan Jaya mengapresiasi para pengrajin yang terus mempertahankan keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan produk lokal. Menurutnya, keberadaan pelaku UMKM dan pengrajin memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di daerah.

 

 

 

“Produk lokal harus terus kita dukung dan kembangkan. Selain memiliki nilai ekonomi, produk seperti batik juga dapat menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan daerah,” ujar Bupati.

 

 

 

Ia juga mendorong para pengrajin untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, serta daya saing produk. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, Batik Pranan Dita diharapkan tidak hanya dikenal di wilayah Tulang Bawang Barat, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

 

 

 

Menurut Bupati, pengembangan produk lokal tidak hanya berkaitan dengan hasil kerajinan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat. Keberadaan usaha seperti Batik Pranan Dita diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

 

 

 

“Yang terpenting adalah bagaimana produk ini terus berkembang, kualitasnya semakin baik, dan memiliki pasar yang lebih luas. Pemerintah tentu akan terus memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” lanjutnya.

 

 

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Tubaba, jajaran Dekrenasda Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta sejumlah tamu undangan.

 

 

 

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat akan terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan produk lokal juga dinilai penting dalam membangun identitas serta karakter daerah.

 

 

 

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, pengrajin, dan masyarakat, Batik Pranan Dita diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu produk kreatif masyarakat Tubaba yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan daya saing.

 

 

 

“Bersama menggoreskan canting, merawat tradisi, dan mempererat silaturahmi untuk Tubaba yang berkarakter dan berbudaya.”

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!