Kota Metro

ASN Kota Metro Didorong Terapkan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan

33
×

ASN Kota Metro Didorong Terapkan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Metro, Metrodeadline.com – Pemerintah Kota Metro terus memperkuat program Metro Mandiri Pangan dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) menerapkan urban farming atau pertanian perkotaan melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah maupun lingkungan kantor, Rabu (5/8/2026)

 

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspita Sari, bahwa program tersebut tidak berorientasi pada peningkatan pendapatan ASN, melainkan untuk membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga dengan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

 

“Misalnya kebutuhan sayur, telur, atau ikan bisa dipenuhi dari rumah sendiri. Harapannya program ini berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Menurutnya, urban farming menjadi bagian dari visi Metro Mandiri Pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi, terutama pada komoditas cabai.

 

“Program ini juga disinergikan dengan Gerakan Tanam Pangan Keluarga yang telah berjalan sejak 2022,” ucapnya.

 

Adapun Instruksi pelaksanaan urban farming bagi ASN mulai diberlakukan pada 19 Juli 2026.

 

“Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melakukan pemantauan pelaksanaan program yang akan dievaluasi melalui laporan e-kinerja dan dokumentasi kegiatan,” katanya.

 

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Hariyanto, bahwa pelaksanaan urban farming di kalangan ASN sebagai tindak lanjut Instruksi Wali Kota Metro Nomor 3 Tahun 2026.

 

“Kegiatan ini memiliki konsep pertanian perkotaan dengan memanfaatkan lahan sempit melalui polybag maupun sistem vertikal yang dapat menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.

 

“Harapannya ASN menjadi motor penggerak agar masyarakat ikut menerapkan urban farming sehingga Kota Metro dapat menjadi contoh pelaksanaan pertanian perkotaan di Provinsi Lampung,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Metro Yeri Ehwan menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.

 

“Urban farming tidak hanya mengoptimalkan pekarangan yang kurang produktif, tetapi juga memperindah lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” jelasnya.

 

“Urban farming merupakan konsep budidaya pertanian yang cocok diterapkan di perkotaan karena dapat dilakukan di lahan terbatas dan hasilnya bermanfaat bagi pegawai maupun keluarganya,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!