Metro, Metrodeadline.com – Upaya mewujudkan Kota Layak Anak tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, tetapi juga dengan membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini, Selasa (4/8/2026)
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus memperkuat edukasi mitigasi bencana yang disesuaikan dengan usia dan aktivitas anak.
Dikatakan Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Metro Sri Amanto, bahwa edukasi diberikan secara rutin kepada peserta didik mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA.
“Untik materi yang disampaikan itu disesuaikan sama kegiatan keseharian masing-masing kelompok usia, hal ini bertujuan untuk agar lebih mudah dipahami dan diterapkan,” ujarnya.
Sementara itu, anak-anak TK, edukasi difokuskan pada pengenalan bahaya kebakaran serta kebiasaan sederhana yang dapat mencegah terjadinya kebakaran, seperti tidak bermain korek api dan menghindari penggunaan telepon genggam saat sedang diisi daya tanpa pengawasan.
Sementara itu, bagi siswa SMP dan SMA, materi diperluas dengan pengetahuan tentang keselamatan di jalan saat berpapasan dengan armada pemadam kebakaran yang sedang menuju lokasi darurat.
“Mereka juga diajarkan cara melaporkan kejadian kebakaran melalui prosedur yang benar,” ucapnya.
“Kami menyesuaikan materi dengan aktivitas sehari-hari anak. Untuk usia SMA misalnya, mereka sudah bisa diajarkan bagaimana melaporkan kejadian kebakaran dan apa yang harus dilakukan ketika melihat armada pemadam melintas dalam kondisi darurat,” imbuhnya.
Adapun guna membangun langkah konkret sarana pendukung tanggap darurat yang ramah anak, Damkar juga memasang stiker dan imbauan pencegahan kebakaran di sekolah-sekolah.
“Media edukasi ini diharapkan dapat mengingatkan siswa untuk menghindari berbagai tindakan yang berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan operasi penyelamatan tersebut juga keselamatan anak menjadi salah satu prioritas utama.
“Petugas akan melakukan asesmen situasi terlebih dahulu untuk mengidentifikasi korban, kemudian mengutamakan evakuasi kelompok rentan, termasuk anak-anak, ke lokasi yang aman sebelum melakukan penanganan lebih lanjut,” terangnya.
“Ketika tiba di lokasi, kami melihat kondisi di lapangan terlebih dahulu. Jika ada anak-anak yang berada di area berbahaya, mereka menjadi prioritas untuk segera diselamatkan dan dijauhkan dari titik api,” tambahnya.
Damkar juga memastikan seluruh petugas tetap bekerja sesuai prosedur keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), sehingga proses penyelamatan dapat berlangsung secara optimal tanpa mengabaikan keselamatan personel.
“Edukasi mitigasi bencana ini dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan satuan pendidikan. mengikuti pergantian tahun ajaran, Untuk jenjang TK, siswa secara bergiliran berkunjung ke kantor Damkar untuk mengikuti pembelajaran langsung. Sementara bagi siswa SMP dan SMA, petugas Damkar yang mendatangi sekolah untuk memberikan sosialisasi,” papar Amanto.
“Hampir seluruh TK di Kota Metro telah mengikuti program kunjungan edukasi yang secara rutin setiap tahun. Program ini menjadi bagian dari pendukung pembelajaran di sekolah sekaligus memperluas pemahaman anak mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana,” katanya.
Ia menambahkan, Melalui edukasi yang berkesinambungan dan disesuaikan dengan usia peserta didik, Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Metro berharap kesadaran serta kemampuan anak dalam menghadapi situasi darurat dapat terus meningkat.
“Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak yang aman, tangguh, dan berbudaya siaga bencana,” pungkasnya. (Aliando)
