Metrodeadline.com- Pemerintah Kota Metro menilai keterlibatan perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi masih perlu diperkuat meski capaian kesetaraan gender di daerah tersebut tergolong tinggi.
Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPA PP KB), Rabu (8/7/2026).
Sekretaris Dinas PPPA PP KB Kota Metro, Hendarto, mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Metro tahun 2024 mencapai 96,94, tertinggi di Provinsi Lampung. Angka tersebut menunjukkan kesenjangan akses pembangunan antara laki-laki dan perempuan semakin kecil, terutama pada sektor pendidikan dan standar hidup.
Namun, capaian itu belum sepenuhnya diikuti peningkatan **Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)** yang mengukur keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, jabatan kepemimpinan, profesi, dan kontribusi ekonomi.
“Masih diperlukan penguatan kapasitas dan kepemimpinan perempuan agar tidak hanya memperoleh akses, tetapi juga memiliki peran dalam proses pengambilan keputusan,” ujar Hendarto.
Menurutnya, Pemkot Metro akan memperkuat kolaborasi dengan organisasi perempuan, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan di berbagai sektor.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Metro, Iin Dwi Astuti, menilai sosialisasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai peran mereka dalam politik serta mendorong kesetaraan gender di tingkat masyarakat.
Ia berharap semakin banyak perempuan di Kota Metro yang berani mengambil peran dalam pembangunan daerah, baik di bidang politik, sosial, maupun ekonomi.(Aliando)
