Kota Metro

Keluhan Pedagang Car Free Day Metro Viral, Warganet Soroti Aturan Lapak Dinilai Berbelit

23
×

Keluhan Pedagang Car Free Day Metro Viral, Warganet Soroti Aturan Lapak Dinilai Berbelit

Sebarkan artikel ini

Metrodeadline.com – Polemik pengaturan lapak pedagang di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Metro menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah warga mengeluhkan proses perizinan yang dinilai rumit dan membatasi kesempatan masyarakat untuk mencari nafkah.

Unggahan salah satu akun Facebook yang beredar luas menyebutkan bahwa calon pedagang harus menghadapi berbagai persyaratan, termasuk larangan menjual jenis dagangan yang sama dengan lebih dari dua pedagang lainnya.

“Mau ikut dagang di acara Car Free Day ribetnya minta ampun. Orang Metro, KTP Metro, mau cari nafah saja susah. Di pasar saja dagangan sayur hampir sama semua, pedagang baju juga banyak. Rezeki sudah ada yang ngatur,” tulis pemilik akun tersebut.

Unggahan itu juga mempertanyakan dasar kebijakan pembatasan jenis dagangan. Bahkan, akun tersebut meminta pemerintah mengecek legalitas pedagang yang telah lebih dulu berjualan di CFD.

“Coba dicek yang sudah dagang di Car Free Day, apakah sudah punya izin usaha dan sertifikat halal atau belum,” lanjutnya.

Keluhan tersebut langsung memancing beragam tanggapan dari warganet.

Akun Aji Laksana Menomenilai persoalan bukan terletak pada rezeki, melainkan potensi persaingan jika terlalu banyak pedagang menjual produk serupa di lokasi yang sama.

“Rezeki memang sudah diatur Tuhan. Tapi kalau pedagang dengan menu yang sama terus ditambah lagi dan bersebelahan, ya persaingannya juga berat,” tulisnya.

Sementara itu, akun anonim justru menyarankan agar pedagang tidak mengikuti mekanisme komunitas yang dianggap berbelit.

“Langsung saja buka lapak, tidak usah izin-izin. Mau cari nafkah, bukan maling,” tulis akun tersebut.

Komentar serupa juga disampaikan akun Al Miza, yang mengaku pernah merasakan rumitnya proses untuk bisa berdagang di CFD.

“Aku juga pernah tanya-tanya, ribetnya minta ampun. Akhirnya langsung buka lapak di pinggir trotoar dekat PU atau samping masjid. Sudah empat kali dagang aman-aman saja tanpa ikut komunitas,” tulisnya.

Ramainya perbincangan ini memunculkan pertanyaan publik mengenai tata kelola Car Free Day di Kota Metro. Masyarakat berharap pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme penempatan pedagang, dasar pembatasan jenis usaha, hingga transparansi pengelolaan kawasan CFD agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan yang tidak adil bagi pelaku usaha kecil.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Metro maupun instansi yang mengelola kegiatan Car Free Day terkait keluhan yang ramai diperbincangkan tersebut. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!