Metro, Metrodeadline.com – Pemerintah Kota Metro memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di halaman setempat, Senin (29/6/2026)
Dikatakan Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di tengah tantangan era digital dan menyongsong bonus demografi.
“Keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak. Kualitas keluarga sangat berkorelasi dengan masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan, Indonesia kini berada pada momentum bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan besar apabila diiringi dengan peningkatan kualitas SDM.
“Akan tetapi sebaliknya, tanpa penguatan keluarga, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban berupa meningkatnya pengangguran dan persoalan sosial,” tuturnya.
Selain itu, Bambang menekankan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini, pendidikan karakter, serta ketahanan keluarga sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Saya mengajak para ayah untuk lebih aktif dalam pengasuhan anak, tidak hanya sebagai pencari nafkah tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan keluarga,” terangnya.
“Jangan biarkan gawai menguasai masa depan anak-anak kita. Letakkan gawai, luangkan waktu bersama keluarga, berdialog dengan anak, dan batasi penggunaan perangkat digital pada hal-hal yang tidak produktif,” imbuhnya.
Menurut Bambang, berbagai persoalan sosial seperti tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja menjadi alarm pentingnya memperkuat ketahanan keluarga.
“Keluarga bukan sekadar unit kecil masyarakat, tetapi penentu arah pembangunan nasional. Kemajuan ekonomi dan ilmu pengetahuan tidak akan berarti tanpa SDM yang bermoral dan berkarakter,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Metro, Silfia Naharani, menyampaikan peringatan Harganas tahun 2026 guna mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Selama ini kegiatan seperti mengambil rapor atau mengikuti parenting sering hanya dilakukan ibu. Ke depan kami berharap ayah juga ikut berpartisipasi aktif karena kehadiran dan kasih sayangnya sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Silfia menambahkan, seorang ayah memiliki peran sebagai pemimpin keluarga yang memberikan teladan bagi anak-anaknya.
“Jika peran ayah dijalankan dengan baik, saya yakini akan lahir generasi yang berkualitas dan mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Aliando)
