Metrodeadline.com – Upaya pendampingan sosial yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Metro melalui tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menunjukkan hasil nyata. Seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya mengalami kondisi sulit hingga kehilangan semangat beraktivitas, kini berhasil bangkit, meraih ijazah setara SMA, dan membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala Dinas Sosial Kota Metro, Wahyuningsih, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh tenaga pendamping di lapangan.
Menurutnya, kondisi awal penerima manfaat tersebut cukup memprihatinkan karena mengalami tekanan psikologis yang membuatnya sulit berkomunikasi dan kehilangan motivasi.
“Awalnya yang bersangkutan mengalami depresi dan tidak memiliki semangat untuk melakukan aktivitas. Namun melalui pendampingan, konseling, dan pendekatan secara perlahan, akhirnya mulai terbuka kembali dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Wahyuningsih, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, meski secara usia tidak lagi berada pada jenjang pelajar SMA, semangat belajar yang kembali tumbuh menjadi modal penting untuk memperbaiki masa depan.
Melalui pendidikan kesetaraan Paket C, penerima manfaat tersebut akhirnya berhasil mendapatkan ijazah yang setara dengan jenjang SMA.
“Alhamdulillah hari ini ijazahnya sudah bisa diambil. Ini menjadi langkah awal agar yang bersangkutan dapat segera mendaftar ke perguruan tinggi,” katanya.
Dinsos Kota Metro bersama sejumlah pihak yang peduli turut membantu proses pengambilan ijazah tersebut agar tidak menjadi hambatan dalam melanjutkan pendidikan.
Rencananya, penerima manfaat itu akan melanjutkan kuliah di Universitas Dharma Wacana pada Program Studi Ilmu Komputer melalui dukungan beasiswa pemerintah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Wahyuningsih menegaskan, pendampingan tidak berhenti setelah ijazah berhasil diperoleh. Dinsos Metro akan terus memastikan proses pendampingan berjalan hingga penerima manfaat mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Kami akan terus mendampingi. Tenaga pendamping PKH tetap berkoordinasi apabila ada kendala, sehingga setiap persoalan dapat dicarikan solusi bersama,” jelasnya.
Selain pendamping PKH, Dinsos Metro juga diperkuat oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang aktif menjangkau masyarakat, menemukan persoalan sosial, serta melakukan penanganan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, persoalan sosial di masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui bantuan pemerintah. Kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dan para dermawan menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami bersyukur masih banyak orang baik yang memiliki kepedulian. Dengan kolaborasi, berbagai persoalan masyarakat dapat terbantu dan diselesaikan,” pungkasnya. (Aliando)
