Metrodeadline.com – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro menggelar kegiatan Diseminasi Publikasi Data Informasi dan Analisa Industri Kabupaten/Kota (Gebyar IKM) 2026 sebagai upaya memperkuat peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Kamis (11/6/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sesat Agung Kota Metro guna menjadi wadah strategis mempertemukan pelaku IKM, pemerintah, perbankan, dunia pendidikan, serta sektor perdagangan modern dalam satu ekosistem yang mendukung pengembangan industri lokal yang berdaya saing.
Kepala Disperindag Kota Metro, Ardah mengatakan, bahwa Gebyar IKM merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memperkenalkan potensi industri lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha.
“Gebyar IKM menjadi sarana promosi produk-produk unggulan daerah, memperkuat jejaring bisnis antar pelaku usaha, serta mendorong penggunaan produk lokal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Metro,” ujarnya.
Menurutnya Saat ini, Kota Metro memiliki 2.215 industri yang tersebar di berbagai sektor usaha.
“Sebanyak 204 industri telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), yang menjadi instrumen penting dalam pendataan dan pembinaan industri secara nasional,” tuturnya.
Ia menuturkan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar kedua terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Metro dengan kontribusi sebesar 16,8 persen.
“Capaian ini menunjukkan peran strategis IKM dalam menopang perekonomian daerah,” ucapnya
Gebyar serupa diikuti oleh 150 pelaku IKM yang menampilkan berbagai produk unggulan.
“Mulai dari makanan dan minuman olahan seperti tahu, tempe, kopi, susu, jamu instan, roti dan kue, hingga produk kriya dan wastra seperti batik, tapis, gerabah, aneka sulaman, serta kerajinan berbahan limbah logam,” katanya.
Selain mempromosikan produk, Pemerintah Kota Metro juga terus mendorong peningkatan daya saing IKM melalui kepemilikan legalitas dan sertifikasi usaha, antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, PIRT, BPOM, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Metro, Windi Kusuma, menegaskan bahwa transformasi industri saat ini menuntut pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan regulasi yang terus berkembang.
“Melalui SIINas, pelaku industri dapat mengakses berbagai layanan pemerintah yang terintegrasi dengan sistem OSS sehingga proses perizinan, pendataan, hingga pengembangan usaha menjadi lebih mudah dan terukur. Pemerintah terus melakukan pendampingan agar pelaku IKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, upaya pembinaan tersebut telah membuahkan hasil positif.
“Kota Metro berhasil memfasilitasi empat pelaku IKM memperoleh sertifikat merek melalui Klinik Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian,” jelasnya.
“Selain itu, produk tungku gerabah dari Sentra IKM Tungku Sejahtera Karangrejo berhasil meraih penghargaan nasional dalam program One Village One Product (OVOP) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia,” imbuhnya.
Hal yang sama disampaikan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, pihaknya mengapresiasi atas terselenggaranya Gebyar IKM 2026.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah yang bertumpu pada kreativitas dan kerja keras masyarakat,” paparnya.
“Pemerintah Kota Metro akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku IKM agar semakin berkembang dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Produk lokal harus menjadi kebanggaan masyarakat Metro,” lanjut Bambang.
Bambang menambahkan, melalui Gebyar IKM 2026 Kota Metro menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan semangat mandiri, bersinergi, dan inovatif, IKM diharapkan terus tumbuh menjadi fondasi utama kemajuan ekonomi Kota Metro yang berdaya saing dan sejahtera,” pungkasnya. (Aliando)
