Metro, Metrodeadline.com – Semangat penguatan pendidikan inklusif kembali terlihat dalam kunjungan mahasiswa asal Prancis ke SLB Insan Madani. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama internasional antara Universitas Lampung dan institusi pendidikan di Prancis yang telah berlangsung sejak tahun lalu, Selasa (12/5/2026).
Dikatakan Pendiri sekaligus pembina Yayasan Insan Madani Metro Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., bahwa dirinya merasa bangga dan apresiasi terhadap sistem pendidikan SLB Insan Madani yang dinilai mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak difabel sesuai bakat, minat, kemampuan, dan kondisi masing-masing peserta didik.
“Saya sangat bangga karena ada pendidikan yang benar-benar mengurusi anak-anak difabel dengan melihat bakat dan minat mereka. Pembelajaran dan kurikulum disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong Kota Metro menjadi kota inklusif dunia melalui kolaborasi pendidikan, khususnya dalam peningkatan kapasitas guru pendamping khusus.
“Ke depan, SLB Insan Madani bisa menjadi tempat magang dan kolaborasi untuk percepatan peningkatan kompetensi guru pendamping khusus. Guru-guru dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan sehingga percepatan pendidikan inklusif di Kota Metro dapat berjalan lebih baik,” tambahnya.
Menurutnya, deklarasi sekolah inklusif dari jenjang PAUD hingga SMA membutuhkan dukungan pelatihan dan pemagangan agar guru-guru di sekolah reguler semakin siap mendampingi peserta didik difabel.
Sementara itu, dosen pembimbing mahasiswa Prancis, Dr. Ari Darmastuti, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan yang pertama kali dilakukan.
“Kerja sama antara SLB Insan Madani, Universitas Lampung, dan mitra pendidikan di Prancis telah berjalan sejak tahun sebelumnya,” singkatnya.
“Hari ini bukan yang pertama mahasiswa Prancis datang ke sini. Tahun lalu juga ada mahasiswa yang mempelajari keterlibatan masyarakat terhadap penyandang difabel dalam pembangunan. Karena dinilai menarik, tahun ini kembali ada mahasiswa yang datang untuk belajar,” imbuhnya.
Ia menuturkan, Mahasiswa asal Prancis bernama Sebastian diketahui sedang menjalani program magang selama empat bulan di Lampung sejak April hingga Juli.
“Awalnya, Sebastian memiliki minat penelitian terkait gender minority, namun kemudian diarahkan untuk mengambil tema yang lebih spesifik mengenai difabel dan pendidikan inklusif,” katanya.
Prof. Ari Darmastuti Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung (Unila) sebagai pendamping mahasiswa Prancis yang didampingi oleh Dr. Ari Fitria yang juga sebagai penanggung jawab kerjasama Unila dan ENTPE mengatakan, bahwa SLB Insan Madani dipilih karena dinilai sebagai salah satu sekolah swasta yang fokus dalam pengelolaan pendidikan bagi anak difabel dan telah menerapkan konsep inklusif dengan baik.
“Saya mengajak Sebastian ke sini untuk melihat langsung salah satu mitra yang sudah menerapkan konsep inklusif. Mudah-mudahan kerja sama dengan Prancis terus berlanjut, termasuk peluang kerja sama akademik hingga jenjang doktoral,” terangnya.
Ia berharap kolaborasi internasional tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi penguatan pendidikan inklusif di Lampung, khususnya di Kota Metro.
“Kepentingan utama kita adalah keberlanjutan kerja sama dengan Prancis agar semakin banyak pertukaran ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi dunia pendidikan inklusif,” pungkasnya. (Aliando)
