Kota Metro

May Day Tanpa Orasi, GML Metro Pilih “Grebek Sampah” di Sungai dan Irigasi

108
×

May Day Tanpa Orasi, GML Metro Pilih “Grebek Sampah” di Sungai dan Irigasi

Sebarkan artikel ini

Metrodeadline.comPeringatan Hari Buruh Internasional di Kota Metro berlangsung tak biasa. Alih-alih turun ke jalan dengan aksi demonstrasi, Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Indonesia bersama Bank Sampah Nusantara menggelar aksi “grebek sampah” di aliran sungai dan jaringan irigasi di Kelurahan Purwosari dan Banjarsari, Metro Utara, Jumat (1/5/2026).

Ketua GML Indonesia Kota Metro, Slamet Riadi, mengatakan aksi ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan lingkungan yang dinilai kian mengkhawatirkan, terutama di tengah musim penghujan. Penumpukan sampah di aliran air disebutnya berpotensi memicu penyumbatan hingga banjir.

“Hari ini kami tidak melakukan demonstrasi, tetapi langsung turun melakukan grebek angkut sampah di jaringan irigasi sekunder. Sampah menumpuk cukup parah. Kalau masyarakat tidak peduli, ini bisa menjadi kondisi darurat sampah bagi Kota Metro,” ujar Slamet di lokasi kegiatan.

Dalam aksi tersebut, puluhan relawan dari GML dan Bank Sampah Nusantara menyisir sungai dan irigasi. Sampah yang berhasil dikumpulkan didominasi limbah plastik, sampah organik, hingga limbah rumah tangga. Bahkan, ditemukan pula kain bekas dan bangkai hewan yang dibuang ke aliran air.

Sampah yang diangkut kemudian dibawa ke fasilitas pengolahan milik Pesantren Sampah Nusantara untuk dipilah dan didaur ulang. Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah pengolahan sampah plastik menjadi paving blok.

“Total yang kami angkut hari ini sekitar satu bentor penuh atau empat keranjang besar. Ini akan kami pilah dan manfaatkan kembali menjadi produk bernilai,” jelasnya.

Slamet menegaskan, aksi ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan saluran irigasi.

“Kalau dibuang ke sungai, dampaknya bukan hanya pencemaran, tetapi juga banjir. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar Kota Metro tetap bersih, sehat, dan bebas banjir,” tegasnya.

Koordinator Bidang Sampah Pesantren Sampah Nusantara, Adi Saputra, menambahkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 12 anggota dan lima warga setempat. Meski harus menghadapi bau menyengat dari tumpukan sampah, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan aksi serupa secara berkelanjutan.

“Jenis sampah yang paling banyak adalah plastik dan limbah rumah tangga. Kondisinya cukup memprihatinkan, tetapi ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli,” kata Adi.

Aksi “grebek sampah” ini menjadi pesan kuat bahwa peringatan May Day tidak selalu identik dengan demonstrasi, tetapi juga bisa diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!