Kota Metro

Umala Wisuda 598 Lulusan, Rektor Tekankan Integritas dan Kebermanfaatan Sosial

109
×

Umala Wisuda 598 Lulusan, Rektor Tekankan Integritas dan Kebermanfaatan Sosial

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com – Universitas Ma’arif Lampung (Umala) menggelar wisuda sarjana dan magister dengan total 598 wisudawan, Selasa (28/4/2026)

Dikatakan Rektor Umala, Dr. Agus Setiawan, bahwa wisuda bukan hanya seremoni akademik, tetapi juga bentuk legitimasi institusi sekaligus doa restu bagi para lulusan untuk terjun ke masyarakat.

“Umala terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, kami berhasil meraih akreditasi unggul untuk sejumlah program studi, dan seluruh program studi di Umala telah terakreditasi,” ujarnya.

Selain itu, Umala kini tengah mengurus perizinan pembukaan program doktor (S3) Studi Islam.

“Saya berharap, program tersebut segera memperoleh izin sehingga dapat membuka peluang bagi lulusan pascasarjana untuk melanjutkan studi di kampus yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Di bidang akademik, Umala juga mencatat prestasi melalui jurnal ilmiah yang telah terindeks internasional.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi berbasis keagamaan juga mampu bersaing di kancah global,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihak kampus tengah mempersiapkan proses akreditasi institusi dengan target meraih predikat unggul. Sejumlah indikator disebut telah terpenuhi, dan pihak kampus optimistis dapat mencapainya dengan dukungan seluruh civitas akademika.

“Bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan di dunia nyata. pentingnya fokus pada tujuan, bekerja sama dengan berbagai karakter individu, serta tetap konsisten menghadapi tantangan,” jelasnya.

“Ijazah bukan sekadar bukti akademik, tetapi kontrak sosial antara lulusan dan masyarakat. Dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan individu yang peduli, berempati, dan memberi manfaat,” imbuhnya.

Rektor juga menyoroti bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak diukur dari nilai akademik atau jabatan, melainkan dari sejauh mana kontribusinya bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar lulusan tidak terjebak dalam pencapaian yang tidak relevan dengan kebutuhan sosial.

“Saya berharap para alumni Umala mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!