Lampung Utara, Metrodeadline – Estetika wajah Kota Kotabumi, khususnya di sepanjang jalan protokol Jenderal Sudirman, kini ternoda oleh pemandangan kumuh nan membahayakan.
Sejumlah billboard reklame raksasa yang membentang di jalur utama tersebut terpantau dalam kondisi memprihatinkan, menyerupai bom waktu yang siap memakan korban jiwa kapan saja.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang menggetarkan nyali bagi setiap pengendara yang melintas. Besi-besi penyangga billboard tampak keropos dimakan usia, berkarat, bahkan beberapa bagian terlihat menjuntai ke arah badan jalan.
Tak hanya soal konstruksi besi, carut-marut kabel yang menjuntai rendah di sekitar tiang reklame menambah daftar panjang ancaman keselamatan bagi pengguna jalan. Apalagi kabel-kabel yang menjuntai kearah badan jalan telah memakan korban.
Ironisnya, meski kondisi ini sudah berlangsung lama, pihak ketiga atau perusahaan pemilik reklame terkesan tutup mata. Mereka terkesan hanya mau meraup keuntungan dari nilai sewa iklan tanpa mempedulikan biaya perawatan maupun standar keselamatan publik.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Lampung Utara, Romli memberikan peringatan keras. Pihaknya mengaku telah menerima banyak keluhan dari masyarakat yang merasa was-was saat melintas di bawah struktur besi tua tersebut.
“Kita tidak ingin menunggu ada korban jiwa baru bertindak. Keindahan kota terganggu, keselamatan warga lebih terancam lagi. Dalam waktu dekat, kami akan panggil pihak perusahaan pemilik reklame tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegas Wakil Bupati. Diruang kerjanya. Jumat (24/4/2026).
Lebih lanjut, Pemerintah Daerah memberikan sinyal tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas, mulai dari pembongkaran paksa hingga pencabutan izin bagi perusahaan yang membandel dan mengabaikan faktor keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola billboard terkait buruknya perawatan fasilitas yang berada di zona hijau pusat kota tersebut. Masyarakat berharap tindakan nyata segera diambil sebelum struktur rapuh itu benar-benar jatuh menghantam pengguna jalan dan menjaga keindahan Kota. (*/Aw)
