Metro, Metrodeadline.com – Upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis posyandu, Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar kegiatan advokasi dan koordinasi Tim Pembina Posyandu di Grand Sekuntum, Senin (20/4/2026)
Pertemuan tersebut menekankan pentingnya peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam pembinaan, pengawasan, serta pengembangan posyandu agar lebih optimal dalam mendukung kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Metro dr. Fitri Agustina, M.K.M menyampaika, bahwa kegiatan serupa mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang menegaskan perubahan peran Posyandu.
“Jika sebelumnya Posyandu hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, saat ini lembaga tersebut bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujarnya.
“Posyandu hari ini tidak lagi sekadar bergerak di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketentraman dan ketertiban masyarakat. Ini adalah wajah baru Posyandu yang harus kita pahami bersama,” imbuhnya.
Menurutnya, Dengan perluasan fungsi tersebut, tugas dan tanggung jawab Posyandu pun semakin besar.
“Oleh karena itu, diperlukan kesiapan seluruh pihak agar implementasi ini di lapangan dapat berjalan optimal,” tuturnya.
Kadis Kesehatan juga menekankan, bahwa Posyandu merupakan wadah partisipasi masyarakat yang menjadi mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan di tingkat kelurahan.
“Keberhasilan program sosial sangat ditentukan oleh strategi dan kolaborasi lintas sektor,” ucapnya.
Ia menuturkan, peran tim pembina Posyandu dinilai semakin penting, tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pengarah, koordinator, dan evaluator dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Melalui kegiatan koordinasi ini, pemerintah berupaya menyamakan persepsi terkait transformasi Posyandu, memperkuat kapasitas pengurus dan kader, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” jelasnya.
“Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur, mulai dari tim pembina tingkat kota hingga kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama,” tambahnya.
Fitri mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dan tanggung jawab dalam pembinaan Posyandu, meningkatkan koordinasi, serta memastikan setiap Posyandu mampu memberikan layanan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya berharap Posyandu dapat menjadi pusat layanan masyarakat yang aktif, inovatif, serta mampu menjawab berbagai permasalahan di lapangan, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. (Aliando)
