Proyek infrastruktur di Lampung Tengah menjadi sorotan oleh anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.
Pasalnya, pengerjaan proyek infrastruktur yang telah dilaksanakan di tahun 2025 diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
Sehingga, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, pelaksanaan proyek infrastruktur di Lampung Tengah mendapatkan banyak temuan.
Proyek infrastruktur yang menjadi temuan BPK RI ini sendiri bermacam-macam dengan nilai proyeknya. Mulai dari Rp500 juta lebih hingga miliaran.
Dari hal tersebut,anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah selaku badan pengawasan sangat menyayangkan banyak proyek infrastruktur dengan nilai yang fantastis tidak dikerjakan sesuai dengan RAB.
Ketua Fraksi Golkar yang juga Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Edi Yonisa sangat menyayangkan banyak proyek infrastruktur dengan nilai besar menjadi temuan BPK RI. Tentunya, banyak kerugian negara atas pelaksanaan proyek infrastruktur ini.
“Pelaksanaan proyek infrastruktur di Lampung Tengah sangat disayangkan dikerjakan dengan hasil yang kurang maksimal. Dari hasil audit BPK RI dan realita dilapangan banyak temuan proyek yang dinilai merugikan negara serta dikerjakan dengan keterlambatan waktu,” kata Edi Yonisa, Jumat, (10/04/2026).
“Dengan pengerjaan proyek yang tidak maksimal ini, tentunya kami selaku badan pengawas di Lampung Tengah akan memanggil Dinas terkait untuk meminta kejelasan dan mempertanyakan kenapa Dinas mencairkan anggaran proyek bila dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur dalam kontrak,” tegasnya.
Selain itu, kata Edi Yonisa, pihaknya juga akan meminta Dinas membawa data proyek infrastruktur yang menjadi temuan BPK RI. Hal itu, bertujuan untuk memberikan solusi agar pelaksanaan proyek infrastruktur di tahun yang akan datang tidak ditemukan kerugian negara.
“Kami ingin Lampung Tengah ini baik. Tidak ada lagi proyek infrastruktur yang dilaksanakan merugikan negara. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat kami akan memanggil Dinas terkait untuk membahas persoalan ini dan solusi apa yang harus dilakukan kedepannya agar proyek dilaksanakan dengan maksimal,” pungkasnya. (*)
