Kota Metro

Sinkronisasi Data dan Aksi Nyata, Metro Optimis Raih KLA Utama

117
×

Sinkronisasi Data dan Aksi Nyata, Metro Optimis Raih KLA Utama

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com Pemerintah Kota Metro menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pencapaian Indikator Kota Layak Anak (KLA), di aula Bapperida setempat, Senin (30/3/2026)

Hal tersebut guna mempercepat pemenuhan indikator KLA Kota Metro mencapai predikat utama Kota Layak Anak (KLA).

Dikatakan Asisten 1 bidang Pemerintahan dan kesra Setda Kota Metro Helmy Zain mewakili Walikota Metro H. Bambang Iman Santoso, bahwa perlunya kolaborasi lintas sektor guna pemenuhan indikator KLA.

“Kita harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kota Metro. Pencapaian indikator KLA bukan sekadar formalitas, tetapi wujud komitmen kita terhadap generasi masa depan,” ujarnya.

Selain itu, dalam rapat koordinasi juga dilakukan pemaparan capaian KLA Kota Metro Maret 2026.

“Tantangan yang akan dihadapi, seperti peningkatan sarana bermain anak, edukasi kesehatan, serta kelibatan masyarakat dalam perlindungan anak,” tuturnya.

“Dengan adanya rapat ini, diharapkan seluruh pihak terkait semakin solid dalam mewujudkan Kota Metro sebagai Kota Layak Anak, yang menjamin hak anak, memberikan perlindungan, serta mendorong anak-anak tumbuh secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media Metrodeadline.com Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Oktarina Handayani mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) Kota Metro Silfia Naharani menyampaikan, bahwa KLA merupakan sistem pembangunan yang mengintegrasikan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam perlindungan anak.

“Kota Layak Anak bukanlah program yang berdiri sendiri melainkan sistem yang membutuhkan kerja bersama. Tidak bisa hanya satu atau dua OPD yang bekerja tetapi seluruh pihak harus terlibat aktif sesuai dengan peran masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan Kota Metro telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam pelaksanaan KLA mulai dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Peraturan Menteri PPPA Nomor 12 Tahun 2022, hingga Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 3 Tahun 2019.

“Berbagai upaya telah dilakukan melalui pembentukan Gugus Tugas KLA yang dikukuhkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Metro yang di pimpin Kepala Bappeda. Gugus tugas ini menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan dan evaluasi KLA di Kota Metro,” ungkapnya.

Okta juga memaparkan, capaian Kota Metro dalam penilaian KLA selama beberapa tahun terakhir.

“Sejak tahun 2017 hingga 2019 Kota Metro berada pada kategori Pratama, kemudian meningkat menjadi kategori Nindya pada tahun 2022 dan berhasil dipertahankan hingga tahun 2024,” terangnya.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Namun ke depan kita harus lebih fokus dan berkomitmen untuk minimal mempertahankan bahkan meningkatkan ke kategori Utama,” tambahnya.

Dirinya berharap, bahwa terdapat beberapa item yang perlu dipersiapkan. regulasi dari tingkat Perda, SK Walikota, anggaran pemenuhan anak-anak, kegiatan inovasi, serta dokumen pendukung seluruh indikator sesuai bidang..

“Oleh karena itu pengisian data indikator secara tepat waktu, lengkap, dan didukung dokumentasi yang valid menjadi sangat penting,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Metro Yeri Ehwan, bahwa Rakor KLA 2026 ditekankan kepada sinkronisasi data dan dampak nyata bagi anak.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh data indikator KLA tersinkronisasi dengan baik serta memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga melakukan evaluasi terhadap capaian masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Evaluasi ini mencakup identifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu segera diperbaiki, guna memastikan kesiapan menghadapi proses verifikasi KLA,” bebernya.

“Fokus evaluasi tahun ini menitikberatkan pada sejauh mana program-program yang dijalankan telah mengintegrasikan perspektif perlindungan anak. Hal ini mencakup upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, penguatan karakter, hingga penyediaan ruang yang ramah anak,” tambahnya.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa tidak hanya menilai pelaksanaan kegiatan, Rakor juga menekankan pentingnya dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak.

“Dengan demikian, setiap program diharapkan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat konkret,” paparnya.

Dirinya mengajak seluruh OPD untuk bekerja lebih serius, terukur, dan berorientasi pada hasil.

“Dengan berkolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mewujudkan KLA yang berkualitas,” lanjut kepala bapperida.

“Pada akhirnya, KLA adalah investasi masa depan. Kita ingin anak-anak Kota Metro tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, lebih bahagia, dan bermartabat,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!