Metro, Metrodeadline.com – Reuni akbar dan halal bihalal keturunan Raden Joyo Sukarno digelar dalam suasana penuh kebersamaan di kediaman Sudarsono, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung, pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026)
Giat tersebut Mengusung semangat “Fighting Spirit”, menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar sekaligus meneguhkan nilai persatuan dan kekeluargaan lintas generasi.

Dikatakan anak bungsu Raden Djoyo Sukarno Drs. H. Sudarsono, M.M. yang juga menjadi tuan rumah bahwa kegiatan tersebut bertujuan guna mempererat tali silaturahmi sekaligus melepas rindu antar anggota keluarga besar.
“Ini momen untuk kebersamaan, saling melepas rindu. Karena saya yang paling tua, saya undang semuanya untuk berkumpul,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Fighting Spirit” hal tersebut guna mengingatkan kembali sejarah perjuangan leluhur, yang datang ke Lampung tanpa memiliki apa-apa, namun dengan kerja keras mampu membangun kehidupan hingga keturunannya kini tersebar dalam berbagai profesi.
Sementara itu dalam keluarga tersebut, banyak anggota yang telah mencapai kesuksesan di bidangnya masing-masing, mulai dari profesor, doktor, hingga anggota TNI dan Polri dengan berbagai pangkat. Meski demikian, dalam acara serupa seluruh status dan jabatan dilebur.
“Di sini tidak ada pangkat, tidak boleh dibicarakan. Ini murni kebersamaan keluarga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai perjuangan yang diwariskan oleh para pendahulu.
“Jika orang tua dahulu berjuang dari nol, maka generasi penerus harus mampu menjadi lebih baik,” jelasnya.
“Dulu hanya petani kecil, jumlahnya ratusan. Sekarang anak cucunya sudah menjadi orang-orang sukses di berbagai bidang,” tambahnya.
Dirinya berharap Pertemuan serupa dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam keluarga, khususnya anak-anak dan cucu yang masih kecil, agar memiliki semangat dan keyakinan dalam meraih masa depan.
“Kami berharap anak cucu yang masih kecil bisa lebih semangat. Yakinlah, dengan doa dan usaha, akan menjadi orang yang berguna,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan cucu Raden Djoyo Sukarno Prof. dr. Sowiyah, M.Pd., bahwa pertemuan serupa menjadi bagian dari upaya menjaga warisan nilai kebersamaan yang telah dirintis oleh Raden Joyo Sukarno.
“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga menyambung ikatan keluarga dan kebersamaan, serta memperjuangkan apa yang telah diupayakan oleh kakek kami,” katanya.
Selain itu, Semangat kebersamaan ini juga semakin diperkuat dengan adanya dukungan dari anggota keluarga yang telah berkiprah di berbagai bidang strategis, termasuk sebagai anggota DPRD dan profesor.
“Tidak boleh ada perbedaan kasta di antara anggota keluarga, melainkan harus saling mendukung dan menjalin komunikasi yang baik,” ucapnya.
“Di dalam keluarga tidak ada perbedaan kasta. Semua harus saling mendukung dan berkomunikasi. Insyaallah, kesejahteraan akan tercapai untuk kita semua, di mana yang mampu dapat membantu, dan yang kurang mampu bisa termotivasi,” tambahnya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat solidaritas keluarga besar serta menjadi fondasi dalam menciptakan kesejahteraan bersama di masa mendatang,” pungkasnya. (Aliando)
