Kota Metro

Pemkot Metro Kukuhkan Bunda Literasi dan Lantik Pengurus IPI 2026–2029

194
×

Pemkot Metro Kukuhkan Bunda Literasi dan Lantik Pengurus IPI 2026–2029

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com – Pemerintah Kota Metro menggelar kegiatan pelatihan, pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, serta pelantikan pengurus daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Metro, Rabu (25/2/2006).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Academic Center (GAC) UIN Jurai Siwo Lampung Kota Metro, sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem literasi daerah.

Walikota Metro H. Bambang Iman Santoso menyampaikan, bahwa Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah fondasi peradaban, kunci kemajuan, serta jalan menuju masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

“Kota Metro yang kita cintai ini memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia menuturkan Pelantikan Tim Literasi Kota Metro menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas, perpustakaan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Saya berharap tim yang baru dilantik dapat menyusun program kerja yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjangkau seluruh wilayah dan kelompok usia,” tutur Walikota Metro.

Menurutnya Peran Bunda Literasi sangat strategis sebagai motor penggerak literasi di tingkat kecamatan.

“Saya berharap Bunda Literasi dapat menjadi inspirator, motivator, dan penggerak kegiatan membaca, menulis, serta pengembangan kreativitas anak-anak dan masyarakat di wilayah masing-masing,” katanya.

“Kepada Pengurus Daerah IPI Kota Metro periode 2026–2029 yang baru saja dilantik. Pustakawan adalah garda terdepan dalam pengelolaan pengetahuan dan informasi. Di era digital saat ini, peran pustakawan tidak lagi terbatas pada pengelolaan buku, tetapi juga sebagai fasilitator literasi digital, literasi informasi, dan literasi media. Saya berharap IPI Kota Metro dapat terus meningkatkan profesionalisme anggotanya serta berkontribusi aktif dalam mendukung program literasi daerah,” imbuhnya.

Menurutnya Pemerintah Kota Metro berkomitmen mendukung pengembangan perpustakaan, taman bacaan masyarakat, serta berbagai gerakan literasi berbasis komunitas.

“Kita ingin memastikan bahwa literasi menjadi budaya, bukan sekadar program seremonial. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal penguatan kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin Kota Metro akan semakin maju, masyarakatnya semakin cerdas, dan generasi mudanya semakin siap menghadapi tantangan masa depan,” jelas Bambang.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro Farida menyampaikan bahwa kegiatan yang sama di latarbelakangi oleh tuntutan era transformasi digital, yang mengharuskan masyarakat memiliki kecakapan literasi informasi dan literasi digital.

“Diperlukan upaya terpadu, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk membangun budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga komunitas. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah, Salah satu indikator pentingnya adalah tingkat literasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menuturkan, Kota Metro  memiliki potensi besar dalam pengembangan gerakan literasi.

“Penguatan ekosistem literasi membutuhkan peran aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan keluarga. Dalam konteks tersebut, keberadaan Bunda Literasi sebagai figur penggerak di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan menjadi sangat strategis dalam menumbuhkan budaya baca sejak usia dini hingga masyarakat umum,” terangnya.

Selain itu hal serupa juga  dirangkaikan dengan pembentukan dan pengukuhan Tim Literasi Kota Metro, sebagai wadah koordinasi dan pelaksana program literasi yang terarah dan terstruktur.

“Pelantikan pengurus daerah IPI Kota Metro menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pustakawan sebagai pengelola layanan informasi dan agen perubahan di masyarakat,” paparnya.

“Kegiatan ini memiliki sejumlah maksud dan tujuan, di antaranya mengukuhkan secara resmi Bunda Literasi, Tim Literasi, dan pengurus IPI Kota Metro sebagai penggerak literasi daerah; memperkuat komitmen dan sinergi antar pemangku kepentingan; serta menegaskan peran masing-masing unsur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui gerakan literasi,” bebernya.

Adapun sasaran kegiatan meliputi 27 peserta pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, 44 peserta Tim Literasi, serta 38 pengurus IPI Kota Metro yang dilantik.

“Landasan hukum kegiatan ini antara lain Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Perpustakaan, Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 24 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Metro sebagaimana telah diubah, serta Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan,” tandasnya.

Bunda Literasi berharap kegiatan serupa menjadi teladan dan inspirasi dalam membangun gerakan literasi berbasis keluarga dan komunitas. Tim Literasi Kota Metro juga diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan program-program literasi yang terukur dan berkelanjutan, bersinergi dengan sekolah, taman bacaan masyarakat, dan berbagai komunitas.

“IPI sebagai organisasi profesi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas pustakawan. Pustakawan tidak lagi sekadar penjaga buku, tetapi juga fasilitator pembelajaran, pengelola informasi, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bunda Literasi, Tim Literasi, dan IPI, gerakan literasi di Kota Metro dapat semakin inovatif dan berdampak nyata.

“Mewujudkan visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!