LAMPUNG TENGAH, 12 Februari 2026 – Menyongsong arus mudik Lebaran yang tinggal menghitung minggu, Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Lampung Tengah bergerak cepat menggelar Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) titik rawan kecelakaan. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Polres Lampung Tengah pada Kamis (12/2). Rapat ini menjadi wadah krusial bagi 5 Pilar Keselamatan Jalan bersama Jasa Raharja untuk menyelaraskan langkah dalam menekan angka kecelakaan serta memastikan Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan mulus.
Dalam diskusi tersebut, poin-poin krusial yang dibahas meliputi evaluasi lokasi blackspot (rawan laka) di wilayah Lampung Tengah guna intervensi dini, memastikan kesiapan personel dan infrastruktur jalan sebelum lonjakan volume kendaraan terjadi, serta merancang strategi teknis agar jika terjadi insiden, tingkat kefatalan korban dapat diminimalisir secara signifikan.
Sebagai bagian penting dari ekosistem keselamatan jalan, Jasa Raharja menegaskan komitmennya melalui program “Jasa Raharja Siaga Lebaran”. Upaya ini bukan sekadar penanganan pasca-kejadian, melainkan aktif dalam gerakan preventif bersama kepolisian. “Kami senantiasa berkomitmen dalam upaya penekanan angka kecelakaan lalu lintas. Melalui semangat ‘Hadir Lebih Cepat, Lebih Peduli’, Jasa Raharja siap memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 nanti,” ujar Nila Febrianty, Kepala Jasa Raharja Cabang Metro dalam rapat tersebut.
Melalui koordinasi yang solid ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan semaksimal mungkin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah menciptakan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh masyarakat.
Dengan dimulainya persiapan sejak dini, diharapkan pelaksanaan Operasi PAM Lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Lampung Tengah dapat menjadi standar keberhasilan pelayanan publik yang mengutamakan keselamatan jiwa.
