Kota Metro

Sepuluh Tahun Jalani Cuci Darah, Bapak Sujono Andalkan Program JKN

94
×

Sepuluh Tahun Jalani Cuci Darah, Bapak Sujono Andalkan Program JKN

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com – Di usia 67 tahun, Sujono, warga Kabupaten Lampung Timur, tetap menunjukkan semangat hidup yang tinggi meski telah satu dekade menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) akibat gagal ginjal yang dideritanya, Senin (9/2/2026).

Di tengah keterbatasan fisik dan besarnya biaya pengobatan, Sujono merasa sangat terbantu dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3, ia mengaku dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan beban biaya yang besar. Seluruh prosedur hemodialisa yang dijalaninya selama bertahun-tahun ditanggung penuh oleh Program JKN.

“Sejak sepuluh tahun lalu saya rutin menjalani cuci darah. Beruntung saya sudah menjadi peserta JKN, sehingga seluruh pengobatan saya ditanggung. Kalau tidak, saya tidak tahu harus bagaimana membiayainya,” ujar Sujono.

Ia menuturkan, awalnya merasakan gejala tidak biasa seperti kelelahan berlebihan, penurunan nafsu makan, serta sesak napas yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah memeriksakan diri, ia divonis mengalami gagal ginjal tahap lanjut.

“Kaget sekali, rasanya campur aduk. Tapi dengan dukungan keluarga dan mengetahui biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, saya jadi lebih tenang dan percaya diri menjalani pengobatan. Ini memang ujian hidup, tapi dengan adanya jaminan kesehatan, semuanya terasa lebih ringan,” terangnya.

Sebagai seorang wiraswasta, Sujono memahami betul besarnya biaya yang dibutuhkan untuk terapi hemodialisa yang harus dilakukan secara rutin. Ia menyadari keberlangsungan pengobatannya tidak lepas dari prinsip gotong royong yang menjadi dasar Program JKN, di mana iuran peserta yang sehat membantu pembiayaan peserta yang sakit.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh peserta JKN yang rutin membayar iuran. Dari situlah pengobatan saya bisa terus berjalan,” ungkapnya penuh haru.

Sujono juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kota Metro. Menurutnya, sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan alat hemodialisa serta tenaga kesehatan, sudah memadai dan profesional sehingga proses pelayanan berjalan lancar.

Ia pun merasakan kemudahan prosedur layanan yang semakin sederhana, baik saat berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Peserta tidak lagi direpotkan dengan berbagai persyaratan administrasi seperti fotokopi Kartu Keluarga, kartu JKN, atau dokumen pendukung lainnya.

Sujono berharap Program JKN dapat terus berlanjut dan semakin baik ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.

“Karena tanpa Program JKN, saya tidak mampu membiayai pengobatan ini. Saya benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!