Metro, Metrodeadline.com – Kecamatan Metro Timur mendapatkan Peringkat 1 Organisasi Penyelenggara Publik Katagori “Sangat Baik” pada Pemantauan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik Mandiri Tahun 2025, Senin (29/12/2025)

Dikatakan Camat Metro Timur Ferry Handono, bahwa pihaknya memperoleh peringkat tersebut berdasarkan PEKPPP (Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik).
“Yaitu upaya pengukuran sistematis kinerja unit pelayanan publik untuk menghasilkan Indeks Pelayanan Publik (IPP),” ujarnya.
Hal tersebut bertujuan, guna mengukur kualitas layanan, mendorong perbaikan, dan mendukung reformasi birokrasi agar pelayanan publik menjadi lebih baik dan prima sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tujuan Utama PEKPPP:
Mengukur Kinerja: Mendapatkan nilai objektif kualitas pelayanan publik.
Rekomendasi Perbaikan: Menjadi bahan penyusunan rekomendasi untuk peningkatan pelayanan.
Peningkatan Kualitas: Mendorong unit kerja meningkatkan mutu layanan agar lebih prima.
Menurutnya, dasar Reformasi Birokrasi: Menjadi salah satu indikator penting dalam area perubahan pelayanan publik.
“Pemeringkatan & Penghargaan: Melakukan pemeringkatan dan memberikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Bagaimana Cara Kerjanya:
Evaluasi dilakukan secara sistematis pada unit kerja.
Hasil evaluasi berupa nilai Indeks Pelayanan Publik (IPP),” tuturnya.
“Instansi seperti Kementerian PANRB melakukan supervisi dan pendampingan untuk memastikan pelaksanaan PEKPPP berjalan baik.
Intinya, PEKPPP adalah alat untuk memastikan pemerintah daerah dan instansi memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan sesuai harapan masyarakat, dengan hasil yang terukur. Tahun ini Pemerintah Kota Metro memberikan apresiasi dan penghargaan,” imbuhnya.
Camat juga menyampaikan, ucapan trimakasih kepada Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro dan seluruh jajaran terkhusus Bagian Organisasi yang telah melakukan pembinaan pelayanan publik juga apresiasi atas kinerja Tim Kerja Pegawai di Kecamatan dan Kelurahan.
“Penghargaan ini memotivasi agar kedepan pelayanan dapat terus ditingkatkan,” ucapnya.

Selain itu, melalui Perpustakaan Kelurahan Tejo Agung Kecamatan Metro Timur juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Perpustakaan Kelurahan Tejoagung berhasil meraih Penghargaan Pemenang Video Cerita Dampak Terbaik Tingkat Desa/Kelurahan dalam kegiatan “Pertemuan Pembelajaran Sebaya Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” Tahun 2025.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, pelestarian budaya, serta penggerak perubahan sosial berbasis nilai-nilai kearifan lokal,” kata Camat Metro Timur.
Ferry handono menjelaskan, bahwa video cerita dampak yang dihadirkan mengangkat pengalaman Eka Sila Pancasila, yakni semangat gotong royong sebagai pondasi utama lahirnya karya. Seluruh unsur masyarakat Bumi Sai Wawai lintas sektor bahu-membahu, berkolaborasi, dan saling menguatkan dalam mewujudkan Festival Budaya Kolonis 2025 sebagai ruang ekspresi budaya dan pembelajaran bersama.
“Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran Tim Ahli Cagar Budaya serta pemanfaatan Rumah Asisten Wedana sebagai cagar budaya yang menjadi wadah masyarakat Kota Metro untuk mengembangkan potensi, nilai kebaikan, dan warisan sejarah demi tujuan yang luhur,” terangnya,” jelasnya.
“Karya ini merupakan wujud penghormatan dan rasa terima kasih kepada para leluhur, kaki nini among, yang telah membuka peradaban sejak era kolonial Belanda pada tahun 1937. Nilai sejarah tersebut dirawat dan dihidupkan kembali melalui pendekatan inklusif yang melibatkan masyarakat secara aktif,” tambahnya.

Dirinya juga bersama relawan Metro Timur bergerak cepat membersihkan penyumbatan di Saluran Wihara, Kelurahan Iringmulyo.
“Sebagai wujud kepedulian dan komitmen pemerintah kecamatan bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengantisipasi potensi banjir,” ungkapnya.
Ferry menuturkan, saluran Wihara diketahui memiliki peran strategis karena terhubung dari hulu hingga hilir.
“mulai dari Saluran RS A Yani, kawasan Radio Ramayana, turunan Mantri Ngatijo, Gang Abdulah, Jalan Teladan Wihara, area SMP Negeri 4, hingga bermuara ke Kali Way Bataghari di kawasan Taman KH Dewantara. Penyumbatan pada satu titik saluran berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah wilayah,” paparnya.
Camat Metro Timur juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan relawan dan partisipasi aktif masyarakat. kolaborasi antara pemerintah dan warga merupakan kunci utama dalam menjaga lingkungan, khususnya sistem drainase yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan Metro Timur tetap bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir,” tandasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti surat edaran Pemerintah Kota Metro nomor 44 tahun 2025, dirinya juga telah melakukan gotong royong serentak se-Metro Timur.
“Semangat kebersamaan kembali hidup di Kecamatan Metro Timur. Minggu, 28 Desember 2025, lima kelurahan bergerak serentak melaksanakan gotong royong kerja bakti sebagai langkah nyata menghadapi ancaman cuaca ekstrem sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” jelas ferry.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan wujud kepedulian kolektif masyarakat yang digerakkan melalui tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Metro Nomor 44 Tahun 2025. Fokus utama diarahkan pada kawasan rawan banjir, saluran air tersumbat, semak belukar, serta penataan lingkungan permukiman,” lanjutnya.
Dirinya mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk turun langsung ke lapangan. Mulai dari pengurus RT dan RW, PKK, LPM, Karang Taruna, Posyandu, LLI, hingga warga lintas usia bahu-membahu dalam program Minggu Bersih yang dilaksanakan serempak di masing-masing wilayah.
“Warga membersihkan drainase, memangkas pohon, dan membersihkan gulma dengan penuh semangat guyup rukun. Kerja bersama ini tak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan aman, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai-nilai gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Metro Timur,” ungkapnya.
Dirinya mengucapkan, terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif. bahwa gotong royong bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan budaya yang harus terus dirawat.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil dari kesadaran dan aksi bersama. Ketika warga bergerak serentak, ketahanan lingkungan pun akan semakin kuat,” terangnya.
“Melalui gotong royong serentak ini, Kecamatan Metro Timur membuktikan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi tantangan lingkungan bukan terletak pada alat berat, melainkan pada solidaritas, kepedulian, dan semangat kebersamaan warganya,” pungkasnya. (Adv)
