Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan sinergitas dengan sejumlah instansi terkait, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pemadam Kebakaran (Damkar). Penguatan koordinasi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas selama periode akhir tahun yang memiliki potensi meningkatnya kerawanan. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, (2/12/2025).
Kolaborasi antar instansi ini menjadi bagian penting dalam strategi pengamanan terpadu di Lapas Metro. Sinergi dengan TNI dan Polri berperan dalam penguatan keamanan eksternal serta dukungan informasi lapangan, sementara BPBD dan Damkar berfungsi memastikan kesiapan penanggulangan bencana, termasuk kebakaran, cuaca ekstrem, maupun situasi darurat lainnya. Melalui komunikasi intensif, Lapas Metro memastikan setiap potensi gangguan dapat dideteksi sedini mungkin dan ditangani secara profesional.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP), Achmad Walid, menegaskan bahwa peningkatan sinergi ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. “Menjelang Natal dan Tahun Baru, kita harus memperkuat kerja sama dengan seluruh pihak terkait. Sinergitas dengan TNI, Polri, BPBD, dan Damkar sangat penting untuk memastikan operasional Lapas tetap berjalan dengan baik. Kami terus meningkatkan komunikasi, terutama terkait potensi gangguan keamanan dan situasi darurat,” ujar Walid.
Ia juga menambahkan bahwa jajaran pengamanan telah diberikan arahan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperketat pemeriksaan, serta memperkuat patroli internal. “Kesiapsiagaan tidak hanya di dalam, tetapi juga mencakup koordinasi dengan mitra eksternal agar semua kemungkinan dapat diantisipasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh instansi yang selama ini terus bersinergi dengan Lapas Metro. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, terlebih pada momentum akhir tahun. “Ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga upaya bersama untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Momentum Nataru perlu kita antisipasi secara serius, dan kolaborasi ini sangat membantu meningkatkan kesiapan kami,” kata Tunggul.
Kalapas juga menegaskan bahwa Lapas Metro akan terus memperkuat koordinasi dan komunikasi intensif dengan seluruh stakeholder. Ia berharap sinergi ini tidak hanya berlangsung menjelang Nataru, tetapi menjadi upaya berkelanjutan dalam menciptakan pemasyarakatan yang aman, humanis, dan profesional. (HUMAS LAPAS METRO)
