NasionalPendidikan

Integrasi AI dan Coding dalam Kurikulum Sekolah, Membentuk Siswa yang Inovatif dan Adaptif

9566
×

Integrasi AI dan Coding dalam Kurikulum Sekolah, Membentuk Siswa yang Inovatif dan Adaptif

Sebarkan artikel ini

 

Oleh: Renci (Praktisi Pendidikan)

Melalui Undang-undang Nomor 59 tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Indonesia telah mencanangkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam era revolusi 4.0 dan masyarakat 5.0, kemampuan dalam aspek digitalisasi menjadi hal yang krusial. Menurut Fukuyama (2018), teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Mahadata (bigdata), dan Internet of Things (IoT) makin mendominasi berbagai sektor.

 

Perkembangan zaman berdampak pada keharusan untuk adanya peningkatan keterampilan digital, hal ini ditujukan agar membantu Indonesia menjadi lebih kompetitif ditingkat global dan mendorong kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan serta pemerataan akses teknologi diseluruh wilayah Indonesia. Seiring dengan kondisi tersebut, tentu turut membawa tantangan dalam aspek pendidikan.

 

Menurut OECD (2023), perkembangan zaman akan meningkatkan dinamika pendidikan dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi dan teknologi. Merespon tantangan perkembangan zaman dalam konteks pendidikan, pemerintah telah merancang strategi pembangunan melalui respon positif usulan dari Wakil Presiden Republik Indonesia perihal penambahan materi Coding dan Kecerdasan Buatan atau yang kemudian kita sebut Artificial Intelligence (AI)

 

Masuknya teknologi digital yang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, mengubah cara bekerja, belajar, maupun berinteraksi mendorong pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan global dan menjadi inovator teknologi masa depan. Menyambut hal itu, memasukkan materi Coding dan AI menjadi satu langkah dan terobosan ditujukan pemerintah agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi melainkan juga pencipta teknologi.

 

Mengajarkan Coding dan AI di Sekolah Dasar

Berbicara tentang pembelajaran Coding dan AI bagi siswa sekolah khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD), beragam respons masyarakat melebar. Anggapan bahwa materi ini cukup berat bagi peserta didik tentu menjadi kekhawatiran tersendiri.

 

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran Coding dan AI tidak serumit sebagaiamana dibayangkan oleh banyak orang. Kebijakan ini bukan berarti mengajarkan anak-anak, terutama ditingkat SD untuk belajar bahasa pemograman yang kompleks, tentu pemerintah sudah terlebih dahulu memikirkan pertimbangan sebelum menerbitkan suatu kebijakan.

 

Pembelajaran Coding dan AI nantinya akan dikemas sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Dengan memperkenalkan Coding dan AI lebih awal dan sejak dini, peserta didik akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan pemikiran logika, keterampilan memecahkan masalah, dan dimungkinkan akan memiliki kreativitas yang terbangun dari kebiasaan berpikir melalui kegiatan pembelajaran Coding dan AI.

 

Pembekalan mata pelajaran tersebut juga bisa dijadikan pijakan jangka panjang agar generasi di Indonesia tidak mudah untuk menelan informasi karena sudah memiliki bekal kecerdasan teknologi. Keunggulan lain yang bisa ditonjolkan dengan kebijakan ini untuk Indonesia adalah besarnya peluang guna meningkatkan daya saing global dengan mengintegrasikan Coding dan AI terutama dalam sistem pendidikan.

 

Implementasi Pembelajaran Coding dan AI serta Persiapan yang Dibutuhkan

Membincangkan tentang sistem pendidikan dan kebijakannya, tenaga pendidik menjadi satu objek yang juga sama pentingnya untuk dibicarakan. Untuk menciptakan peserta didik yang terlatih dalam pembelajaran Coding dan AI tentu perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas pendidik. Peningkatan metode mengajar, penguatan tentang program dan kebijakan pemerintah, serta aspek lain juga turut menjadi warna-warni yang seharusnya ditujukan untuk pendidik guna tercapainya kebijakan pemerintah.

 

Pemerataan sarana dan prasarana serta kepastian bahwa kebijakan ini menyasar semua kalangan juga menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Pemerintah sudah semestinya memberikan kebijakan lanjutan bagi sekolah terpencil yang masih mengalami keterbatasan, baik perihal fasilitas maupun juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak pelaksana kebijakan pembelajaran Coding dan AI di sekolah.

 

Beban kurikulum yang semula cukup padat, ditambah dengan kebijakan ini tentu juga memberi dampak tersendiri dalam implementasinya. Hal ini juga menjadi satu pertimbangan yang perlu dipersiapkan solusi untuk menangani kebijakan kurikulum ditingkat akar rumput.

 

Memperhatikan beberapa point di atas, perlu pemerintah mengambil kebijakan lanjutan tentang alokasi anggaran yang memang dikhususkan untuk keberhasilan program ini. Disamping itu, sosialisasi maupun pelatihan guru dan kelengkapan perangkat teknologi serta dukungan dari semua pihak terkait menjadi satu hal yang juga tidak bisa ditinggalkan.

 

Persiapan matang untuk menyukseskan implementasi pembelajaran Coding dan AI disekolah tentu perlu dimasifkan, mengingat ada banyak dampak positif yang dihadirkan dari kebijakan yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen. Diantaranya, pembelajaran Coding dan AI bagi siswa sekolah dapat meningkatkan keterampilan berpikir logis, menyiapkan generasi yang melek teknologi, pengembangan pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang lebih menarik, dan dapat dijadikan sebagai jembatan untuk memfasilitasi minat dan bakat peserta didik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!