
Kepala BPS Kota Metro, Arum Purbowati, S.ST mengatakan bahwa, hasil pantauan BPS di lapangan selama satu bulan terakhir menujukan bulan Januari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,28 persen. Artinya pada bulan Januarai 2025 harga rata-rata baeang dan jasa secara umum di Kota Metro mengalami penurunan sebesar 0, 28 persen dibandingkan dengan kondisi harga pada bulan sebelumnya, yaitu bulan Desember 2024.
“Jadi untuk angka kumulatif atau tahun kalender tercatat sebesar -0,28 perse dan inflasi tahunan atu year on year Januari 2025 tercatat sebesar 1, 54 persen untuk provinsi Lampung secara umum, pada bulan Januari 2025 ini mengalami deflasi sebesar 0, 71 persen. Dengan tingkat inflasi kumulatif dan tahunan tercatat masing-masing sebesar 0,71 persen dan 1,04 persen,”ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Arum dari 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung yang dilakukan pemantauan indenks harga konsumennya, pada bulan ini terpantau ke 4 Kabupaten/Kota tersebut mengalami deflasi. Adapun kabupaten/kota yang mengalami deflasi tertinggi bulan ini adalah Kota Banda Lampung dengan deflasi sebesar 0,8 persen, dan deflasi terendah adalah Kota Metro dengan nilai rata-rata penurunan harga sebesar 0,28 perse .
Selanjutnya bila dilihat tren atau perkembangan inflasi Kota Metro dari bulan ke bulan, tren inflasi dan tren inflasi tahunan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menggambarkan pergerakan inflasi selama tahun 2023. Kemudian garis berwarna coklat untuk tahun 2024, sedangkan yang berwarna orange menunjukan pergerakan inflasi tahun 2025.
Pada intlasi bulanan dapat dilihat bahwa pada bulan ini terjadi deflasi sebesar 0,28 persen. Nilai deflasi yang tercatat pada bulan ini tergolong tendah, karna pada bulan sebelumnya telah terjadi inflasi bersamaan dengan perayaa hari natal dan tahun baru, namun pd bulan ini meskipun bersamaan dengan perayaan tahun baru implek ketersediaan komuditas utamanya pada kelompok bahan makanan sangat cukup bahka melimpah karna musim panen sayur-sayuran.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama, kondisi bulan ini dapat dikatakan masih baik dibandingkan bulan Januari tahun-tahun sebelumnya. Angka inflasi bulanan pada Januari ini juga merupakan angka inflasi kumulatif Januari 2025 , sehingga nilai inflasi month to month dan year to date Januari 2025 ini sama , yajni sebesar 0, 28 persen. Deflasi yang terjadi didorong oleh penutunan hrga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga khususnya komoditas tarif listrik. Penurunan harga tarif listrik disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang di berikan pemerintah sejak 1 Januari hingga 28 Februari 2025.
Secara umum, penurunan harga pada bulan ini menunjukan bahwa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga tim TPID Kota Metro telah berhasil menekan laju kenaikan di awal tahun 2025.
Inflasi tahun ke tahun Januari 2025 terhadap Januari 2024 di Kota Metro tercatat 1,54 persen. Angka inflasi tahunan ini sudah cukup menggembirakan, karna nilainya masih berada pada rentang target inflasi yang ditetapkan pemerintah pada angka 2,5 persen plus minus 1. Tentunya yang menjadi harapan kita bersama di tahun ini, kondisi perekonomian di Indonesia khususnya di Kota Metro akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2024. Namun, perlu menjadi perhatian bahwa kita masih berada pada bulan pertama di tahun 2025 sehingga pergerakan harga di bulan-bulan selanjutnya masih harus dipantau, supaya pengendalian harga komoditas di Kota Metro dapat dikendalikan dengan baik.
Secara bulan ke bulan dari 11 kelompok pengeluaran yang ada tercatat 2 kelompok pengeluaran mengalami deflasi dam 9 kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi. Secara lebih detail kelompok pengeluaran perumahan air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga merupakan kelompok pengeluaran yang paling tinggi memberikan andil terhadap terjadinya deflasi bulan ini yakni sebesar 1.50 persen dengan tingkat penurunan harga rata-rata sebesarb15,64 persen. Penurunan harga terdapat pada komoditas tarif listrik menjadi penyebab utama deflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran ini.
Kolompok pengeluaran ibformasi, komunikasi, dan jasa keuangan merupakan kelompok pengeluaran tertinggi kedua yang memberikan andil terjadap terjadinya deflasi bulan ini yakni 0.01 persen dengan tingkat penurunan harga rata-rata sebesar 0,18 persen. Penurunan harga terdapat pada komoditas telephone seluler menjadi penyebb utama deflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran ini.
Disisi lain pada bulan Januari ini, kelompok pengeluaran makanan, minuman san tembakau merupakan kelompok pengeluaran yang paling tinggi memberikan andil terhadap terjadinya inflasi bulan ini yakni sebesar 1,06 persen dengan tingakt kenaikan harga rata-rata sebesar 3,55 persen. Kenaikan harga terdapat pada komoditas cabai rawit dan cabai merah yang menjadi penyebab utama inflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran ini.
Selain itu kelompok pengeluaran trasportasi merupakan kelompok pengeluaran tertinggi kedua yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi bulan ini yakni sebesar p,06 persen dengan tingkat kenaikan harga rata-rata sebesar 0,39 persen. Kenaikan harga terdapat pada pembelian kendaraan pada komoditas sepeda motor menjadi penyebab kedua terjadinya inflasi pada kelompok pengeluaran ini. Kelompk pengeluaran laib yang juga mengalami inflasi dengan nilai yang tidak terlalu tinggi diantarnya kelompok engeluaran penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki yaity sebesar 0.03 persen.
Sementara itu untuk kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok pengeluaran kesehatan, kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok pengeluaran pendidikan serta kelompok pengeluaran perawatan pribadibdan jasa lainya pada bulan ini mengalami perubahan indenks harga yang tidak terlalu tinggi yaitu sebesar 0.01 persen.
Komoditas yang memberikan andil deflasi 10 besar berturut-turut adalah tarif listrik, bawah merah, tomat, ikan mas, shampo, telpon seluler, labu siam/jipang, ikan gurame dan sabun deterjen bubuk. Sementara itu komoditas yang memberikan andil inflasi 10 besar berturut-turut adalah, cabai rawit, cabai merah, kopi bubuk, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, udang basah, daging ayam ras, ikan lele, bensin dan ongkos jahit.
Sementara perbandingan angka inflasi rahunan setiap kabupaten/kota IHK di Provinsi Lampung angka Provinsi Lampung dengan angka Nasional. Target inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah tahun 2025 sevesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Dari grafik dapat dilihat bahwa angka inflasi tahunan Kota Metro bulan Januari 2025 sebesar 1,54 persen angka ini lebih tinggi di bandingkan dengan 4 kabupaten/kota IHK lain, termasuk dengan angka tahunan Provinsi Lampung nilai inflasi tahunan Kota Metro berada diatas batas bawah target inflasi sebesar 1,5 persen.(*)
