Metrodeadline, Lampung Utara – Pekerjaan tambal sulam di beberapa titik di wilayah Kecamatan Abung Timur menuai kekecewaan masyarakat setempat. Harapan masyarakat memiliki kualitas jalan baik di wilayahnya hanya mimpi di siang bolong. Pasalnya perbaikan tambal sulam yang telah terlaksana diduga tidak sesuai dengan standar dan ketentuan.
Buruknya kualitas pekerjaan tambal sulam tersebut sangat nampak jelas terlihat dari tipisnya aspal yang hanya terlihat formalitas belaka.
Tokoh masyarakat dan pemuda kecamatan Abung Timur, Novendi menyampaikan kekecewaannya, dirinya menilai baik pemerintah maupun rekanan yang mengerjakan pekerjaan tersebut hanya ingin meraup keuntungan pribadi, tidak mempertimbangkan aspek kepentingan umum.
“Kami sangat kecewa dengan pekerjaan yang dilakukan rekanan ini, jelas tidak ada kekuatan sama sekali, dikelupas pakai tangan kosong saja sudah lepas, kalau kualitasnya bagus pasti akan menempel dengan kuat bukan malah sebaliknya,” ketus pria yang akrab disapa sinder ini, Jum’at (13/12)
Menurut dia, semestinya pihak rekanan dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan aturan yang ada. Sebab, pekerjaan tambal sulam itu bukan menggunakan anggaran pribadi melainkan anggaran pemerintah yang diperuntukkan untuk memperlancar akses roda perekonomian serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintasinya.
“Kami hanya meminta kepada pihak rekanan untuk segera memperbaiki kualitas pekerjaan ini sesegera mungkin, karena kuallitasnya sangat buruk dan tidak akan bertahan lama, ” tuturnya.
Sementara, Kabid Bina Marga SDABMBK Lampura, Rico Budiyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menegur pihak rekanan yang melaksanakan pekerjaan tambal sulam tersebut.
“Ya, kita sudah tegur pihak rekanan itu, dan mereka berjanji akan segera memperbaikinya,” katanya.
(*/Aw)
