
HARIAN METRODEADLINE |Tangerang- Diduga gagal kontruksi, Kecamatan Tigakraksa diminta segera lakukan upaya penjauan kembali hasil pelaksanaan proyek pembangunan jalan betonisasi milik Pemerintahan Desa Cisereh, yang nampak memudar dan dipenuhi tonjolan batu krikil. (Kamis 02/04/2024)
Munculnya tonjolan tonjolan batu krikil, di sebagian besar permukaan badan jalan itupun diduga kuat terjadi akibat kurangnya kwalitas mutu beton yang diakibatkan oleh tertambahkannya kadar air hujan pada saat proses pengerjaan berlangsung.
Lokasi proyek pembangunan betonisasi yang diduga kuat gagal kontruksi itu sendiri berada tidak jauh dari Kantor Pemerintahan Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang-Banten.
Mencuat nya dugaan kegagalan kontruksi pada pembangunan jalan itu sendiri di awali dengan adanya informasi dari salah satu pihak, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada awak media ini bahwa telah terjadi beberapa kerusakan pada kontruksi pembangunan jalan yang telah berhasil dirampungkan oleh Pemerintahan Desa Cisereh.
Berdasarkan informasi itulah beberapa awak media segera melakukan penelusuran langsung ke titik lokasi, alhasil setibanya awak media dilokasi pengerjaan kala itu dan menyaksikan bahwa terdapat pemudaran dipermukaan badan jalan sehingga menimbulkan banyak tonjolan batu krikil hal itupun sontak membuat awak media geleng geleng kepada, seakan tidak percaya akan hasil pengerjaan proyek jalan yang dinilai sangat begitu buruk.
Menurut keterangan dari salah satu warga yang tidak ingin di sebut kan namanya, kepada awak media ini dirinya mengatakan bahwa, proyek jalan betonisasi tersebut dibangun oleh pihak Pemerintahan Desa Cisereh, yang dikerjakan beberapa hari yang lalu.
” Setau saya proyek jalan ini punya Desa Cisereh pak, kalo proses pengerjaan nya udah kurang lebih 5 harian lah kira kira pak. Tutur warga menjelaskan.
Berdasarkan informasi tersebut, awak media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Cisereh, melaui sambungan via WhatsApp, Kepala Desa Cisereh membenarkan bahwa proyek jalan betonisasi tersebut adalah betul milik Pemerintahan Desa. Iapun menjelaslan bahwa pada saat proses pengerjaan dimulai tak lama berselang hujan pun turun, sehingga krikil krikil batu Split tersebut muncul, namun demikian Kepala Desa berdalih meskipun diguyur hujan, kualitas dan mutu jalan beton tersebut tidak berkurang sedikitpun.
“Jadi pas pengecoran itu situasinya hujan lebat banget.,jadi si corannya semennya itu sedikit banyaknya campur air hujan,tapi tidak menimbulkan perobahan kwalitas coran pa, hanya saja krikil itu sedikit timbul karna tetesan hujan itu. Tutur Kades
Ditempat terpisah Mulyadi, yang merupakan salah satu tenaga ahli dari perusahaan swasta bidang kontruksi, kepada awak media ini dirinya menjelaskan bahwa kadar kualitas mutu beton yang sudah dipesan, ketika didalam proses penuangan, kembali ditambahkan air, maka hal tersebut tentunya akan sangat dapat mengurangi kadar kualitas mutu beton, dan hal tersebut menurut mulyadi akan sangat berdampak pada berkurangnya daya tahan pada jalan rabat beton itu sendiri.
” jangan kan diguyur hujan pak, ditambah air saja ndak boleh, sedikit saja ditambah air, ya sudah pasti kadar kualitas mutu betonnya berkurang, apalagi diguyur hujan deras ya pasti seperti ini jadinya. Ucap Mulyadi yang ditemui diruang kerjanya (30/04)
Berdasarkan hal tersebut maka, sangat diduga kuat proyek jalan betonisasi milik Pemerintahan Desa Cisereh tersebut telah trindikasi gagal kontruksi, mengingat umur pembangunan jalan baru beberapa hari rampung dikerjakan.
Akibat dari banyaknya tonjolan tonjolan batu krikil pada jalan betonisasi tersebut, para pengendara yang melintas harus ekstra hati hati karna dapat menimbulkan dampak kerusakan pada ban kendaraan.
Hingga sampai berita ini kembali diterbitkan, tonjolan krikil pada proyek jalan beton tersebut masih nampak dan dibiarkan begitu saja ( Nurdin )
