
PUNGGUR – Dosen Universitas Ma’arif Lampung (Umala) Nurul Aisya, M.Pd, warga Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, membuat bangga kabupatennya.
Pasalnya, dari sembilan tenaga pendidik se-Indonesia, Nurul Aisyah terpilih dan berangkat ke Negara Jepang dalam Program Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths atau JENESYS.
JENESYS ini sendiri merupakan program kerjasama negara-negara Asean dalam pertukaran pelajar dan pembelajaran.
Dimana, peserta kali ini berjumlah sembilan orang yang terdiri dari empat organisasi, meliputi Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Masjid Istiqlal dan Universitas Islam Negeri Syarif Dayakulah Jakarta.
Selama 23-30 Januari 2024, para peserta diketahui akan melakukan kunjungan ke lembaga, museum, dan mengawali dari kunjungan ke Tokyo terlebih dahulu.
Suami dari Nurul Aisyah, Ketua Ittihadul Mutakhorrijin Al-Falah Ploso (IMAP) Lampung Ustadz Syamsudin mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas terpilihnya Nurul Aisyah yang merupakan istrinya, dalam program pertukaran pelajar ke Jepang atau JENESYS.
“Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah istri ku bisa terpilih dalam program JENESYS ini,” kata Ustadz Syamsudin, Rabu (24/01/2024).
Terpilihnya Nurul Aisyah dalam program JENESYS, kata Ustadz Syamsudin, merupakan kebanggaan tersendiri buat Kabupaten Lamteng. Dimana bisa mengirimkan wakil pada program tersebut.
“Terpilihnya Nurul Aisyah ini, tentunya membuat bangga Kabupaten Lamteng. Dimana Lamteng bisa mengirimkan wakilnya dalam program JENESYS ke Negara Jepang,” ujarnya.
Ustadz Syamsudin berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng bisa memberikan perhatian kepada tenaga pendidik atau pelajar yang berprestasi. Sehingga, dapat menambah semangat bagi tenaga pendidik dan pelajar lainnya untuk terus mengukir prestasi. (*)
