Post Views: 99,250

Tangerang,Metrodeadline– Diduga bermasalah dan tidak sesuai spesifikasi teknis kegiatan, Kinerja Pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, dalam proses pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN II Tigaraksa,dinilai lemah dan diduga kuat banyak lakukan pembiaran, Benarkah ??
(Rabu 22/11/2023)
Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas yang kini tengah memasuki proses penggantian atap baja ringan itupun, diperkirakan akan rampung pada akhir bulan Desember 2023.

Dari informasi yang tertera pada papan informasi publik, diketahui bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh CV.JAYA EMPAT PENJURU dengan nilai kontrak mencapai Rp .150.000.000.00(Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)

Namun sangat disayangkan didalam proses pengerjaan proyek tersebut, didapati adanya beberapa proses pengerjaan yang janggal dan dinilai berbagai pihak dapat membahayakan para pekerja dan para murid yang tengah melaksanakan aktivitas pembelajaran dilingkungan sekolah.
Pada saat dikunjungi oleh awak media,terlihat tumpukan bongkaran atap lama pada bangunan yang berserakan dimana-mana belum lagi nampak adanya para pekerja yang sedang melakukan proses perakitan baja ringan pada atap bangunan tidak sama sekali terlengkapi alat pelindung diri(APD).

Tak cukup sampai disitu saja proses penggunaan bahan material baja ringan diduga kuat tidak sesuai dengan standarisasi kebutuhan yang tertuang didalam dokumen kontrak, dari hasil pengujian alat ukur Sigmat yang dilakukan oleh beberapa Lsm didapati jenis ketebalan balok baja ringan berada di ketebalan 0,63 mm.
Sementara itu para pekerja yang beberapa waktu lalu coba dikonfirmasi oleh awak media ini mengatakan bahwa, proyek tersebut baru dilaksanakan beberapa minggu yang lalu,dan pekerja pun kala itu menjelaskan bahwa belum ada pengawas, yang datang selama proses pengerjaan berlangsung,
“Kalo kerjanya udah seminggu lebih pak, untuk pengawas dari dinas gak tau pak, kurang merhatiin saya pak, soalnya saya baru.ucap pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya.
Perlu diketahui sebelumnya proyek tersebut pun sempat dikeluhkan, Anda (40) tahun,salah satu warga yang sekaligus pula merupakan aktivis manakala turut menyaksikan proses pengerjaan proyek, dirinya menuturkan kepada awak media ini,bahwa jenis balokan baja ringan yang digunakan pada bangunan tersebut tidak seperti pada umumnya.
“Proyek ini aneh klo yang lain itu ukurannya pake 0,75 tapi yang ini beda,aneh kok bisa gak sama.Ucap Anda sebari bingung.
Berdasarkan hal tersebut warga pun meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang,untuk segera melakukan evaluasi kinerja para pengawasnya agar dapat lebih fokus dan intens dalam menjalankan tugasnya, sehingga tujuan pembangunan yang kokoh, kuat, berkualitas dan bermutu tinggi dapat terwujud sesuai dengan harapan masyarakat.
Hingga kini proyek rehabilitasi ruang kelas SDN II Tigaraksa itupun masih terus dikerjakan, sampai berita ini kembali diterbitkan pihak kontraktor belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut(Nurdin)
