Hukum

“Bermasalah”Dinas Pendidikan Dinilai Perlu Evaluasi Plaksanaan Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN II Tigaraksa ?

98155
×

“Bermasalah”Dinas Pendidikan Dinilai Perlu Evaluasi Plaksanaan Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN II Tigaraksa ?

Sebarkan artikel ini

Tangerang,Metrodeadline– Diduga bermasalah dan tidak sesuai spesifikasi teknis kegiatan,Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang,dinilai perlu evaluasi proses pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN II Tigaraksa yang saat ini tengah dikerjakan(Selasa 21/11/2023)

Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas yang diketahui tengah memasuki proses penggantian atap baja ringan itupun, diperkirakan akan rampung pada akhir bulan Desember, sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang terpampang pada papan informasi publik yang tersedia di lokasi pengerjaan.

 

Namun sangat disayangkan didalam proses pengerjaan proyek tersebut, didapati adanya beberapa proses pengerjaan yang janggal dan dinilai berbagai pihak dapat membahayakan para pekerja dan para murid yang tengah melaksanakan aktivitas pembelajaran dilingkungan sekolah.

 

Pada saat dikunjungi oleh awak media,terlihat tumpukan bongkaran atap lama pada bangunan yang berserakan dimana-mana belum lagi nampak adanya para pekerja yang sedang melakukan proses perakitan baja ringan pada atap bangunan tidak sama sekali terlengkapi alat pelindung diri(APD).

Tak cukup sampai disitu saja proses penggunaan bahan material baja ringan diduga kuat tidak sesuai dengan standarisasi kebutuhan yang tertuang didalam dokumen kontrak, dari hasil pengujian Sigmat yang dilakukan oleh beberapa Lsm didapati jenis ketebalan balok baja ringan berada di ketebalan 0,63 mm.

 

Sementara itu para pekerja yang coba dikonfirmasi mengatakan,bahwa proyek tersebut baru dilaksanakan beberapa minggu yang lalu,iapun menjelaskan bahwa belum ada pengawas yang datang selama proses pengerjaan berlangsung,

 

“Kalo kerjanya udah seminggu lebih pak, untuk pengawas dari dinas gak tau pak, kurang merhatiin saya pak, soalnya saya baru.ucap pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya.

 

Di waktu terpisah, Anda salah satu aktivis yang turut menyaksikan proses pengerjaan proyek tersebut menuturkan kepada awak media ini,bahwa jenis balokan baja ringan yang digunakan itupun tidak seperti pada umumnya.

 

“Proyek ini aneh klo yang lain itu ukurannya pake 0,75 tapi yang ini beda,aneh kok bisa gak sama.Ucap Anda sebari bingung.

 

Berdasarkan hal tersebut maka dirasa perlu bagi jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang selaku kuasa pengguna anggaran, agar dapat segera turun dan melakukan peninjauan serta evaluasi langsung terhadap plaksanaan proyek, yang diduga kuat menyimpang dan berpotensi dapat merugikan keuangan negara.

 

Hingga kini proyek rehabilitasi ruang kelas SDN II Tigaraksa itupun masih terus dikerjakan, sampai berita ini diterbitkan pihak kontraktor belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut(Nurdin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!