Post Views: 88,103

Tangerang,Metrodeadline-Dinilai lemah pengawasan dan dikerjakan asal jadi,proyek jalan berupa “Hotmix” Hasil penunjukan langsung(PL)Dinas Binamarga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, yang beberapa waktu lalu ini rampung dikerjakan,Diduga kuat menyimpang dari Spesifikasi Teknis Kegiatan dan berpotensi dapat merugikan keuangan negara,(Kamis 16/11/2023)
Proyek jalan yang diduga kuat dikerjakan asal jadi dan syarat dengan upaya penyimpangan itupun diketahui ber judul “Peningkatan Jalan Hotmix Rt 01/04 Desa Pasir Gadung,Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang -Banten.
Dari hasil penelusuran pada ketersediaan papan informasi publik yang tersedia di lokasi pengerjaan, didapati bahwa proyek jalan tersebut dikerjakan oleh CV.VINOS PUTRA dengan nilai kontrak mencapai Rp 148,625,000,00,.

Dijelaskan pula bahwa ,proyek jalan Hotmix itupun memiliki Volume panjang 135 m × 3 m.
Perlu diketahui bahwa didalam proses pelaksanaan kegiatan jalan tersebut terdapat beberapa indikasi dugaan ketidak sesuaian, antara spesifikasi teknis kegiatan dengan proses pengerjaan,sehingga dinilai berbagai pihak sangat berpotensi dapat menimbulkan permasalahan dan kerugian keuangan negara.
Dikatakan Tohir salah satu aktivis senior asal Kabupaten Tangerang yang kala itu turut menyaksikan proses pelaksanaan kegiatan tersebut, menuturkan bahwa terdapat kejanggalan didalam proses plaksanaan proyek jalan Hotmix yang berada di Desa Pasir Gadung Kecamatan Cikupa.
Salah satu kejanggalan dan ketidak sesuaian itu sendiri dikatakan Tohir terletak pada proses pengamparan material Hotmix yang terlihat tipis dan tidak melalui proses pembersihan terlebih dahulu,tak sampai disitu saja iapun menjelaskan bahwa para pekerja kala itu terlihat tidak terlengkapi dengan alat pelindung diri APD secara utuh, tentunya yang menandakan bahwa didalam proses pengerjaan proyek jalan yang diduga kuat bermasalah tersebut tidak melakukan standar menejemen K3 dengan sebagai mana mestinya.
“Pada saat plaksanaan yang pertama proses pembersihan menggunakan mesin kompresor pada permukaan badan jalan diduga kuat tidak dilakukan,yang ke dua terletak pada pemasangan konstruksi amparan bahan material Hotmix yang terlihat sangat tipis dikisaran 2,5 cm- 3 cm, sedang kan bakisting penahan kiri dan kanan tidak dilaksanakan sehingga tingkat ketebalan Hotmix nampak tidak merata,dan selanjutnya yaitu K3 yang tidak terselenggara dengan baik, Ucapan nya
Tohir pun menambahkan bahwa dirinya berharap agar pihak pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi perbaikan agar tidak terdapat dampak kerugian keuangan negara yang dapat yang mungkin ditimbulkan dikemudian hari.
Hingga sampai berita ini diterbitkan pihak kontraktor belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut,(Nurdin)
