Daerah

Lima Proyek Diduga Bermasalah, Pj Gubernur Banten Perlu Evaluasi Fungsi Pengawasan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi Yang Dinilai Lemah

76525
×

Lima Proyek Diduga Bermasalah, Pj Gubernur Banten Perlu Evaluasi Fungsi Pengawasan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi Yang Dinilai Lemah

Sebarkan artikel ini

Diduga bermasalah dan berkualitas rendah Lima Pengerjaan Proyek Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman(DPRKP) Provinsi Banten,Jadi Sorotan(Sabtu 13/10/2023)

Kali ini sorotan tersebut tertuju kepada kinerja proses pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi Banten yang dianggap lemah terhadap beberapa proses pengerjaan Proyek Paving Blok di beberapa tempat yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang.

Carut marutnya plaksanaan ke Lima Proyek yang diduga bermasalah dan berkualitas rendah tersebut dinilai berbagai fihak,sebagai buntut dari lemahnya proses pengawasan yang dilakukan oleh pihak Kuasa Pengguna Anggaran(KPA)dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi Banten,didalam proses penyelenggara pembangunan Kontruksi.

Viralnya pemberitaan akan adanya dugaan ketidak sesuaian serta lemahnya fungsi pengawasan dibeberapa platform media masa baik cetak maupun online,rupanya menuai tanggapan dari beberapa Aktivis Pemerhati Pembangunan salah satunya datang dari,Herman Arab Aktivis yang sekaligus pula merupakan Sekretaris Lsm Trinusa DPD Provinsi Banten yang menilai bahwa kinerja para pengawas Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi banten didalam proses pengerjaan kontruksi masih sangat jauh dari harapan,dirinyapun mengutarakan keprihatinannya atas apa yang belakangan ini terjadi.

“Saya secara pribadi sangat prihatin dengan apa yang belakangan ini marak terjadi,banyak sekali pekerjaan proyek yang cendrung dikerjakan asal jadi,yang tentunya hal itu dapat mengakibatkan tidak terserapnya keseluruhan anggaran yang dipruntukan untuk pembangunan proyek tersebut,pengawasan yang seharusnya menjadi harapan awal bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari sebuah pembangunan yang berkualitas dan bertahan lama,justru malah sebaliknya menjadi awal muawal terciptanya sebuah pembangunan dengan kualitas rendah,ucap herman kepada Wartawan(Jumat 13/10/2023)

Diberitakan sebelumnya bahwa pengerjaan Proyek-Proyek yang diduga kuat bermasalah dan berkualitas rendah tersebut tersebar dibeberapa titik di Empat Kecamatan Yang berbeda yang ada diwilayah Kabupaten Tangerang yakni.

Kecamatan Balaraja Dua titik,Kecamatan Cisoka Satu titik Kecamatan Rajeg Satu titik dan Kecamatan Tigaraksa Satu titik,dengan Spekspikasi pekerjaan sebagai berikut.
1)peningkatan jalan paving blok Kp.Tegalame Rw 05 Desa Tobat Kecamatan Balaraja.
2)peningkatan jalan paving blok Kp.Pakuhaji Rt 05/06 Kecamatan Balaraja
3)peningkatan jalan paving blok Kp.Tegal Bajo Rt 02/05 Kelurahan Tigaraksa Kecamatan Tigaraksa
4)peningkatan jalan paving blok Perum Pondok Sukatani Permai,Kel.Sukatani Kecamatan Rajeg.
5)peningkatan jalan Kp.Masjid Rt 02/04 Desa Cibugel Kecamatan Cisoka

Diketahui sebelumnya didalam plaksanaan Kegiatan-Kegiatan tersebut didapati beberapa proses pengerjaan yang dinilai menyimpang dari Spesifikasi Teknis Kegiatan yang tertuang didalam RAB,mulai dari tidak terdapat penerapan standar menejemen K3 proses galian pada badan jalan tidak dilakukan,pengamparan aggregat dan proses pemadatan yang jauh dari kata maksimal,bahkan cendrung tidak dilaksanakan hingga sampai pada jenis penggunan Kasteen yang diduga kuat tidak sesuai ukuran.

Berdasarkan hal tersebut maka dirasa perlu bagi Pj Gubernur Banten Al Muktabar untuk segera mengambil langkah tegas dan segera melakukan repormasi birokrasi serta Evaluasi kinerja terhadap para pengawas kegiatan kontruksi di tubuh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi Banten.

Hingga berita ini kembali diterbitkan baik kontraktor,pengawas dan PPTK pada Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut(NURDIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!