
Lagi dan lagi”mungkin kata tersebut pantas disemat kan didalam plaksanaan beberapa kegiatan pembangunan fisik baik sarana maupun prasarana penunjang masyarakat wilayah Kabupaten Tangerang yang coba disediakan oleh Pemerintahan Provinsi Banten Melalui Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (DPRKP)(Kamis 12/10/2023)
Diketahui saat ini Provinsi Banten melalui DPRKP tengah gencar melakukan perbaikan dan pembangunan sarana prasarana penujang masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang guna dapat meningkatan mutu dan kualitas gidup serta dapat membantu masyarakat untuk dapat meningkatkan roda prekonomian nya,namun sangat disayangkan rupanya Program-Program yang sangat mulia tersebut seakan tidak dibarengi dengan adanya proses pengwasan yang baik dan super ketat yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman Provinsi Banten,sehingga berdampak kepada adanya dugaan penyimpangan dan ketidak sesuaian Spespikasi Teknis Kegiatan didalam RAB.
Dugaan ketidak sesuaian tersebut kali ini diduga kuat terjadi dalam proses plaksanaan Pembangunan Paving Blok Kp.Tegal lame Rw 05 Desa Tobat Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang,Dengan Judul Pembangunan/Peningkatan Kualitas PSU Permukiman(Jalan Lingkungan)Wilayah Kabupaten Tangerang 7 yang menelan anggaran mencapai Rp.182.990.000 yang selanjutnya dikerjakan oleh CV.ZMJ PUTRA.
Didalam plaksanaan proyek paving blok tersebut didapati beberapa hal yang dinilai janggal,terlihat dengan tidak terselenggaranya Standar Menejemen K3,tidak terdapatnya pengupasan badan jalan serta proses pengamparan Aggregat dan pemadatan diduga kuat disebagian besar badan jalan tidak dilakukan,hingga sampai pada penggunaan jenis Kasteen yang sangat diduga kuat tidak sesuai dengan apa yang tertuang didalam Rancangan Anggaran Belanja(RAB)
Sementara itu Salah satu Warga (EN)ketika coba diwawan carai awak media mengatakan bahwa kegiatan tersebut belum lama dimulai,dirinyapun menyebutka bahwa kegiatan tersebut adalah merupakan kegiatan yang dikelola oleh Provinsi Banten.
“Kegiatan nya belum lama dimulai,baru beberapa hari lah,dan klo dari yang saya liat proyek ini dari Provinsi Banten,ujarnya
Ia pun menambahkan bahwa terdapat beberapa hal yang janggal dan tak lajim didalam plaksanaan proyek paving blok tersebut.
“Saya juga aneh setau saya pengerjaan paving itu ada pengupasan badan jalan dan pembersihan,ini cuman digali kiri kanan aja udah trus di pasang kasteen,ditambah lagi kasteen nya juga keliatan kurang tebel juga.tambahnya
Akibat dari adanya pungsi pengawasan yang dinilai lemah,serta dugaan pengerjaan yang tidak sesuai dengan Spekspikasi Teknis Kegiatan yang tertuang didalam RAB,maka kegiatan tersebut dinilai sangat berpotensi dapat merugikan Keuangan Negara Puluhan Juta Rupiah apabila transaksi pembayaran tetap dilakukan.
Hingga kini pengerjaan proyek yang diduga bermasalah tersebut masih terus berjalan,baik kontraktor maupun DPRKP Provinsi Banten belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut(NURDIN)
