
Lampung Utara, Metrodeadline.com –
UPTD SDN 5 Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2023 mendapat bantuan dari pemerintah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan berupa pembangunan Sanitasi atau Jambanisasi Toilet yang jika dilihat di UPTD SDN 4 Tanjung Aman nilai pagu anggaran Rp. 121. 367. 000,-
Namun untuk di UPTD SDN 5 Kelapa Tujuh belum diketahui berapa nilai pagu anggaran dan juga tidak diketahui CV atau PT yang mendapat mandat dari pemerintah khususnya dinas instansi terkait, sehingga terkesan proyeksi siluman.
Yang menjadi tanda tanya menurut narasumber yang dapat dipercaya, salah satu rekanan berjumpa dengan media ini, mengatakan jika pekerjaan tersebut adalah di duga milik wartawan inisial (T) yang pekerjaan tersebut dikerjakan oleh AJI. Jum’at (25/8)
“Jamban toilet di SDN 5 Kelapa 7 punya inisial (T) wartawan yang mengerjakannya AJI,” jelas narasumber berinisial (TM)
Hasil pantauan media di lokasi pekerjaan UPTD SDN 5 Kelapa Tujuh diduga pembangunan toilet menjadi sasaran korupsi oleh pihak rekanan kontraktor, terlihat penggunaan besi 10 dan besi 8 untuk tulangan beton menggunakan besi banci, diduga kuat hal ini tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan yang seharusnya menggunakan besi full berstandar SNI. Kemudian jarak antar sengkang cincin tulangan juga terlalu jauh dengan jarak 23-24 cm antar sengkangnya. Selain itu adukan mortar juga terindikasi tidak sesuai dengan standar.
Menurut hasil penelusuran ke toko bangunan, perbandingan harga besi banci dan besi full standar SNI memang cukup signifikan, selain itu kualitas besi banci mengacu kepada besi hollow yang tidak sesuai standar yang ditetapkan oleh SNI. Besi banci umumnya memang harganya lebih murah, tetapi memiliki kualitas yang rendah di bawah standar SNI. Perbedaan mencapai Rp. 15 ribu perbatangnya
Saat awak media konfirmasi pada Wartawan berinisial (T) yang diduga pemilik pekerjaan tersebut melalui WhatsApp, dia menjelaskan jika pekerjaan tersebut bukan miliknya melainkan milik saudaranyal. Senin (28/8) sekira pukul 10.41 WIB
“Bukan milik saya bang
Itu punya saudara orang Kota Alam,” jelas (T)
Saat awak media menyampaikan perihal penggunaan besi banci 10 dan 8, oknum wartawan (T) akan memberitahukan hal tersebut kepada saudaranya dan mengucapkan terimakasih. (T) juga menginformasikan bahwa CV. Bersama Jaya sebagai pemenuhan atas tender tersebut,
“Oh gitu, ya bang ntar saya sampaikan sama saudara bang, makasih banyak masukannya bang,” tukas (T)
Sementara, konsultan pekerjaan tersebut terkesan tidak ingin menanggapi persoalan yang ada, baik komunikasi secara langsung atau melalui telepon seluler, hingga berita ini tayang papan informasi pun tidak nampak terpasang.
(*)
