
Tangerang – Dugaan bungkamnya pihak Kecamatan Rajeg sebagai kuasa pengguna anggaran terkait upaya serta hasil pemeriksaan dan evaluasi yang di lakukan pada kegiatan normalisasi aliran air nuansa sukatani Desa sukatani Kec, Rajeg Kab.Tangerang-Banten menimbulkan pertanyaan ada apa dengan Kecamatan Rajeg.

Bungkamnya Kecamatan Rajeg di dalam upaya menindak lanjuti laporan masyarakat yang sudah di beritakan sebelumnya pada kegiatan normalisaai aliran air nuansa sukatani yang di duga kuat bermasalah seakan tak kunjung di respons dengan serius oleh pihak Kecamatan Rajeg. Entah seperti apa hasil evaluasi yang di lakukan Kecamatan Rajeg pada kegiatan tersebut.

Yoni selaku Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamtan Rajeg yang beberapa kali coba di hubungi melalui via WhatsApp tidak kunjung memberikan penjelasannya terkait upaya dan hasil evaluasi yang sudah di lakukan.

Sikap bungkan ini tentunya menunjukan akan lemahnya transparansi publik yang di lakukan Kecamatan Rajeg di dalam pengelolaan kegiatan fisik dan tentunya ke Bungkaman Kecamatan Rajeg tersebut menuai tanggapan yang beragam di kalangan masyarakat khusuanya para aktivis di Kabupaten Tangerang.
Munculnya berbagai dugaan-dugaan bahwa telah terjadi upaya pembiaran yang di lakukan oleh Kecamatan Rajeg terhadap pihak kontraktor hingga dugaan bahwa telah terjadi upaya konsfirmasi dalam kegiatan tersebut mengiringi sikap diamnya Kecamatan Rajeg pada kegiatan tersebut.
Hal tersebut di katakan, Herman Arab yang di temui di ruangan kerjanya, Jum’at (23/09/2022).
Ia mengatakan bahwa di dalam penyelenggaraan pemerintah penting mengedepankan transparansi dalam semua hal tanpa terkecuali.
“Jadi semua hal yang di dalam pelaksanaan kegiatannya menggunakan uang rakyat apa pun itu harus di kelola secara transfaran apapun dan itu wajib di lakukan karna itu di atur dalam undang – undang No 14 Tahun 2008.tentang keterbukaan informasi publik,”ujarnya.
Lanjut Herman apa bila di dalam kegiatan fisik terdapat laporan masyarakat pada pengelola kegiatan/pemerintahan seharusnya bisa cepat di respon, di tangani dengan cara profesional, bukan cuman iya iya saja, tapi pada kenyataanlnya laporan masyarakat di biarkan bahkan seakan di abaikan, sikap diam seperti ini yang tentunya sangat berbahaya karna sangat-sangat berpotensi terjadi konspirasi.
“Smoga Kecamatan Rajeg bisa menjaga integritasnya dengan menunjukan sikap lebih terbuka pada publik, tegas dan profesional,”tutupnya .
Hingga sampai berita ini di terbitkan belum ada pernyataan resmi dari Kecamatan Rajeg terkait dengan kegiatan tersebut.(NURDIN)
