
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro nampaknya harus lebih serius lagi melakukan perencanaan dalam membangun Destinasi Wisata di Bumi Sai Wawai.
Pasalnya, tiga titik lokasi wisata buatan yang di gandang sebagai Icon wisata yang telah di bangun menghabiskan puluhan miliar uang rakyat tersebut hingga saat ini masih terkesan “Setengah Hati” belum bisa dirasakan masyarakat luas, khususnya warga Kota Metro, termasuk sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) belum tergali secara maksimal.
Wakil II Ketua DPRD Kota Metro, A. Khuseini M.Pd mengatakan bahwa, proyeksi semua aspirasi, baik hasil musyawarah rencana pembangunan tingkat Kelurahan, Kecamatan, sampai visi misi Walikota Metro. Kemudian dari hasil pokok pikiran (Pikir) anggota dewan di himpun dari reses sebenarnya selesai.
“Jadi sepanjang semua porsi ini komitmen untuk melaksanakan bersama, karna ada penurunan anggaran, akan tetapi bila kita sepakati 2023 terlaksana, karna untuk Tahun Anggaran 2022 sudah kelar. Program yang telah di himpun dari Camat, Lurah, OPD, dan Pemerintah Daerah tinggal di jalankan,”ungkapnya, saat Closing Statement pada acara Layanan Aspirasi Masyarakat PWI Metro, di Wisata Capit Urang Purwoasri Metro Utara , Sabtu 27 November 2021.
Lebih lanjut, Khuseini kembali menegaskan, bahwa masuk pada Tahun Anggaran 2020. Legislatif sudah menyapaikan kepada Walikota sebelumnya untuk mensuport dua pilihanya.
“Wisata Capit Urang, dan Wisata Alas Puri. Ketika bicara masalah wisata, di beberapa titik inginnya di bangun atau di kembangkan, tapi Ambyar. Ambyar, kita berharap kepada pak Wali (Walikota Red), dan Pak Wakil agar mempertimbangkan. Apakah di Metro Timur, Metro Selatan, maupun di Metro Utara ini pilihan. Kalau di buat tanggung, faktanya demikian. Ini butuh keberanian menentukan Icon Wisata di Bumi Sai Wawai, “cetusnya.
Khuseini mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memajukan Kota Metro dari semua sektor.(*)
