APBD 2022, Pendapatan Kota Metro Anjlok Rp.66,7 Miliar

METRO – Postur Racangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022 pada sisi pendapatan daerah anjlok atau mengalami penurunan sebesar Rp. 66.722.123.162,00 atau sebesar 7 persen. Jika di bandingkan dengan pendapatan Kota Metro pada APBD Tahun Anggaran 2021 yakni sebesar Rp. 908.328.597.272,00.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Metro, Adi Prasetyo, S.IP menyebut pendapatan daerah Kota Metro dalam APBD Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 841.606.475.110,00.

“Untuk Tahun Anggaran 2022, kami mengharapkan Pemkot Metro untuk lebih memperhatikan pada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) atau industri rumah tangga masyarakat Kota Metro,l. Sebagai pemulihan perekonomian bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,”ungkapnya saat  memberikan pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Metro, atas Raperda APBD Tahun 2022, di Gedung DPRD Kota Metro, Senin 22 November 2021.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini kembali menegaskan, bahwa Pemkot Metro seharusnya bisa lebih memaksimalkan potensi pajak yang sudah jelas. Kemudian masalah aset yang di kerjasamakan kepada pihak ketiga yang tidak masuk pada pertimbangan PAD.

“Jadi harus di inventarisir aset Pemkot Metro, baik aset berupa tanah ataupun bangunan secara benar dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,”ujarnya.

Sementara itu, Walikota Metro, Wahdi menjelaskan mengenai peningkatan PAD merupakan salah satu optimalisasi fokus pekerjaan yang di prioritaskan dari tahun ke tahun.

“Kami sependapat bahwa pengawasan dan transparasi untuk semua jenis penerimaan PAD harus di maksimalkan. Pembaharuan basis data pajak dan retribusi akan terus di upayakan semaksimal mungkin di masa yang akan datang,”pungkasnya.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You might also like

error: Content is protected !!