Budidaya Lebah Klanceng, Prospektif Wirausaha Menjanjikan Desa Kalibalangan

Lampung Utara – Lebah trigona atau klanceng merupakan salah satu jenis lebah penghasil madu murni yang saat ini memiliki prospektif berwirausaha yang sangat baik untuk dikembangkan di Lampung Utara. Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan saat ini sudah mulai mengembangkan budidaya lebah klanceng. Salah satu lokasinya bertempat di kediaman Ahmad Husein, Kepala Desa Kalibalangan.

Saat dikunjungi dikediamannya, Ahmad Husein mengaku telah membudidayakan lebah klanceng sejak beberapa bulan yang lalu. Ia mengatakan bahwa budidaya lebah klanceng memiliki prospek yang baik, sebab dalam 1 (satu) kotak koloni dapat menghasilkan madu mencapai 1 (satu) liter setiap bulannya. “Harga pasaran madu klanceng berkisar antara Rp. 400.000 hingga Rp. 600.000 per liternya,” Terang Ahmad Husein. Selasa (16/11/2021).

Hingga saat ini, Ahmad Husein telah memiliki 7 (tujuh) kotak koloni yang siap berproduksi madu. Ia menambahkan bahwa setiap koloni mampu menghasilkan madu selama 5 (lima) tahun sebelum koloni tersebut membentuk koloni baru. ” Perawatannya relatif cukup mudah, cukup ditempatkan pada lokasi yang tidak terkena matahari langsung dan terdapat banyak tanaman yang memiliki bunga sebagai bahan makanan untuk diambil nektarnya,” Paparnya.

Ditempat yang sama, Rohik menjelaskan madu merupakan minuman yang telah disebutkan didalam Al-Quran pada surat An-Nahl ayat 68-69 sebagai minuman yang memiliki khasiat sebagai obat didalamnya. “Dari lebah kita bisa mengambil hikmah filosofinya, bahwa dari makanan baik yaitu nektar bunga maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula,” Ujarnya.

Langkah-langkah pemerintah dalam rangka pengembangan budidaya lebah klanceng tentunya sangat diharapkan petani maupun pengusaha lokal, apalagi pada saat transisi pasca pandemi seperti ini. “Melalui bantuan pengembangan UMKM maupun BUMDes, budidaya madu klanceng dapat menjadi aset yang menjanjikan,” Pungkas Rohik. (aw/rhk).

You might also like

error: Content is protected !!