Disporapar Metro Terjunkan Empat Finalis Ajang Muli Mehanai Lampung 2021

METRO – Pemerintahan Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro siap menurunkan empat finalis dalam ajang Muli Mekhanai Lampung 2021.

Kepala Disporapar Kota Metro, Tri Hendrianto melalui Kabid Pariwisata Disporapar Kota Metro, Meli Darti Jayasinga mengatakan, untuk mengikuti ajang Muli Mekhanai di tingkat provinsi mendatang, pihaknya akan menunjuk empat orang finalis yang mewakili Kota Metro.

“Saya berharap dari empat orang yang mewakili dapat mengharumkan nama serta dapat dibanggakan di ajang Muli Mekhanai Lampung pada Oktober mendatang. Kita masih ada waktu untuk membimbing dan mengarahkan supaya mental mereka jadi,” ujarnya (1/09/ 2021).

Sementara itu, Dandy Aldilax (23) yang keluar sebagai Juara II Mekhanai mengaku siap untuk mengharumkan nama Bumi Sai Wawai di ajang Muli Mekhanai Provinsi.

“Saat ini saya sangat berbambisi ingin memberikan yang terbaik untuk Kota Metro. Keinginan saya ini didukung penuh kedua orangtua saya. Ini saya lakukan agar bisa memperkenalkan Kota Metro ke daerah lain,” kata dia.

Pada awalnya, putra dari pasangan Nizar Iskandar (55) dan Sri Hidayati (54) itu tertarik mengikuti Muli Mekhanai karena pengalaman pendidikannya hingga mancanegara.

“Karena saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat student change (pertukaran pelajar) ke Jerman dan Tiongkok. Dari situ saya lihat bagaimana orang luar negeri melihat peluang untuk dijadikan potensi wisata. Saya coba implementasikan di Metro,” kata dia.

Karena pandemi, mahasiswa S2 di University of Oxford, jurusan IT System Analysis and Design itu mengharuskan dirinya pulang ke Metro untuk sekolah daring. Dengan bekal ilmu yang matang, ia mengaku tak ingin menyia-nyiakan itu dengan tidak berkontribusi terhadap Bumi Sai Wawai.

“Muli Mekhanai ini merupakan salah satu ajang di mana dapat mempromosikan produk pariwisata, mengembangkan pemuda sehingga bisa menarik perhatian wisatawan luar. Jadi saya ambil kesempatan ini,” kata pemuda bertinggi 172 cm ini.

Sebelumnya, pria berusia 23 tahun itu sempat beberapa kali mengikuti ajang perlombaan akademik di tingkat nasional mewakili Provinsi Lampung.

“Yang paling berkesan itu ketika juara 1 lomba cerdas cermat Bahasa dan Sastra di Sumatra. Sebelumnya saya biasa ikut lomba akademik saja, ini pengalaman pertama. Syukur bisa juara II,” ujarnya.

Apalagi, ajang Muli Mekhanai tidak hanya mengandalkan ketampanan saja. Namun harus menguasai sejarah budaya dan pengetahuan lainnya.

Lulusan ITB jurusan Sekolah Bisnis Manajemen menyelesaikan S1-nya 3 tahun . Saat ini, dirinya kuliah sambil kerja di Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC).

“Selama kerja itu saya kuliah di tatap muka,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Dandy, Sri Hidayati (54) mengatakan, awalnya juara bukanlah target dari putranya itu. Namun, ia lebih mengutamakan putranya mengenalkan Lampung secara lebih luas.

Untuk kesiapan putranya, perempuan yang kerap disapa Ibu Iting itu mengatakan, membutuhkan waktu 3 bulan.

“Kendala pertama itu berat badan, karena pandemi dia WFH banyak ngemil dan akhirnya badannya melar. Tapi karena memang dari kecil kalo dia punya tekad, dia akan kerja keras untuk tujuannya. Syukur 1,5 bulan berat badannya sudah turun,”pungkasnya.(*)

You might also like

error: Content is protected !!