Para Kades Di Metro Kibang Di duga Lepas Tangan Dan Tidak Perduli Covid-19

Lampung Timur –

 

Miris, saat pandemic Covid-19 tengah merebak diwilayah Lampung Timur ,kususnya di Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, aparat Desa terkesan acuh dan tidak peduli dengan situasi ini. Dari hasil pantauan dan penelusuran Awak Media dilapangan, Pada Rabu 21 Juli 2021 tidak satupun perangkat desa yang hadir ditengah-tengah masyarakat untuk sekedar memberi suport atau semangat, terlebih masalah prokes dalam menghadapi situasi merebaknya Virus Covid-19 di wilayah tersebut.

 

Dibeberapa Desa dikecamatan Metro Kibang, setiap terjadi kasus terkomfirmasi positif Covid-19 selalu yang aktif hadir dan merespon cepat untuk penanggulangan adalah Tim Kesehatan dari Puskesmas Margototo dan Anggota Polsek Metro Kibang. Tim inilah yang berjibaku berjuang sendirian ditengah-tengah masyarakat yang tengah sekarat menghadapi terpuruknya ekonomi dan serbuan virus Covid-19.sedangkan aparat desa hanya jadi penonton plonga-plongo memakan gaji buta.

Saat ditanya tentang data penduduk yang terkomfirmasi covid-19, baik yang sedang menjalani perawatan mapun sedang isolasi mandiri, pihak desa tidak bisa menunjukkan data tersebut, mereka hanya mengandalkan data dari pihak Tim Gugus Tugas ditingkat Kecamatan.

 

Pernah dari beberapa Awak Media mencoba menghubungi beberapa Kepala Desa guna mengkomfirmasi sejauh mana keterlibatan pihak desa dalam turut andil membantu masyarakat yang sedang menjalani isoma atau perawatan, para Kepala desa tersebut dengan berbagai alasan menolak untuk memberi bantuan dalam segi apapun.

 

Bambang Suyitno,yang notabenya Beliau sebagai Ketua DPC Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Kota Metro. salah seorang warga Desa Jayaasri , yang terkomfirmasi positif Covid-19 saat dikomfirmasi oleh Awak Media ini lewat Via Telpon. mengetakan, guna menghadapi musibah ini perlu adanya koordinasi yang jelas dan tegas antar sektoral.

 

Karna ini sangat penting untuk duduk bersama antar instansi, terutama ditingkat kecamatan, yg saya ketahui dan amati, pihak desa sangat tdk perduli dengan kondisi saat ini. Di kecamatan metro kibang kususnya, warga terdampak semakin hari semakin bertambah, baik yg tercatat oleh tim gugus tugas maupun tidak. Ini sangat memprihatinkan, semua ini butuh kesabaran, kesadaran dan empati bersama. Namun, ditengah mewabahnya covid 19 saat ini terlebih saat ini ada varian baru covid 19.tidak satupun perangkat desa yg memberikan penyuluhan maupun berempati untk sekedar menanyakan kesehatan pasien yg saat ini tengah melakukan Isoman. Baik berkunjung dengan menjaga jarak maupun bay phone, perangkat desa hilang bak ditelan bumi.” Jelasnya.

 

Padahal mereka juga punya tanggungjawab disini. Mereka hny mengandalkan tim medis dan tim satgas covid untuk berjuang sendiri ditengah-tengah masyarakat yang sedang sekarat baik secara kesehatan maupun ekonomi.

 

“ Mohon kiranya kepada para pejabat FOKORPIMDA, perintahkan perangkat desa untuk bergerak supaya pandemi ini cepat bisa teratasi, perangkat desa saat ini tengah tidur pulas ditengah-tengah derita rakyat,”katanya.

 

Saat hal ini ditanyakan kepada Plt.Camat Metro Kibang Indra Gunawan, oleh Awak Media melalui pesan singkat Whatsapp. Indra mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan kepada para kepala desa dan aparaturnya untuk turut serta dalam mensosialisasikan pentingnya prokes Covid-19.

 

Namun lanjut Indra, pada saat ada kasus, perangkat desa tidak pernah berada ditempat. Sepertinya mereka tidak mau terlibat dengan masalah Covid.

 

“ Kami selalu dan setiap ada kesempatan selalu meminta kepada aparat desa dari mulai RT sampai Kades untuk bersama-sama memberikan penyuluhan dan berempati kepada masyarakat yang tengah dilanda musibah. Namun hal ini sepertinya tidak di indahkan oleh mereka, terbukti setiap ada kasus terkomfirmasi aparat desa tidak berada ditempat,”tandasnya.

 

Pertanyaannya?!..kalau saja hal ini selalu akan di jadikan suatu pembiaran bagi instansi terkait maka tidak menutup kemungkinan bagi siapapun yang terkena atau terjangkit virus tersebut akan berontak alias tidak memperdulikan lagi aturan maupun anjuran kalau saja para yang terkena dampak tidak lagi mendapatkan perhatian dari Pemerintah. tentu mereka yang terpafar atau yang sedang menjalani isolasi lebih baik mati berjuang untuk makan dari pada harus mati kelaparan dengan mengurung diri dengan berharap belas kasihan dari orang.( Red)

You might also like

error: Content is protected !!