Sekdakab Lamtim Akan Minta Bantuan Jaksa Usut Aset BPR Tripanca Setiadana

Lampung Timur – Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur (Sekdakab) M. Jusuf mengatakan, persoalan aset eks Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tripanca Setia Dana sampai saat ini belum juga jelas kapan akan kembali ke Kas Daerah Kabupaten Lampung Timur.

Ia menyampaikan adanya kekeliruan atas kebijakan Pemerintah dalam menempatkan anggaran yang belum jelas.

“Kita memang akan melakukan upaya untuk menarik aset dari BPR Tripanca tersebut, di antaranya dengan cara minta bantuan pada Jaksa selaku pengacara negara, agar nantinya dapat melakukan upaya pemulihan terhadap aset yang telah dialihkan dan menjadi aset daerah, karena saya juga mendengar informasi, kalau aset Tripanca itu sudah kemana-mana,” ujar M Jusuf belum lama ini seperti dikutip dari suryaandalas.co.id.

Masih kata Jusuf, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan segera menyampaikan klarifikasi kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

“Karenanya, apabila belum jelas kapan kepastian aset tersebut masuk Kas Daerah Lampung Timur, tentu menjadi ‘pepesan kosong’, apabila masuk ke dalam APBD. Kan kasian nantinya pada OPD yang mendapat guliran anggaran, tetapi tidak dapat dibelanjakan,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya juga telah menjadi konsumsi publik, APBD Kabupaten Lampung Timur tahun 2021 mengalami peningkatan, dari Rp2,1 triliun, dan pada APBD tahun anggaran 2021 menjadi Rp 2,4 triliun.

Dan sempat ramai disorot masyarakat bahwa penambahan anggaran berasal dari aset BPR Tripanca Setia Dana, sementara sampai saat ini belum jelas prosesnya.

Saat dihubungi melalui pesan WhasApp, Puji Riyanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (8/07/21) tak mengatakan bahwa Bapenda Lamtim yang melakukan penghitungan.

“Itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang menghitung,” terang Puji singkat.

Penyitaan aset-aset BPR Tripanca Setiadana merupakan buntut panjang dari perjalanan kasus mantan Bupati Kabupaten Lampung Timur, Satono.

Dimana ketika asih aktif menjabat, Satono mengalihkan dana APBD Kabupaten Lampung Timur Rp. 119 Miliar, dari Kas Daerah ke BPR Tripanca Setiadana.
(RK/FR)

You might also like

error: Content is protected !!