Ahmad Suryanto : Sebaiknya, Kawasan Puncak Tamiang Dijadikan Pemkab Lamtim Destinasi Wisata Unggulan

Lampung Timur – Kunjungan dilakukan oleh Ahmad Suryanto pada Minggu, 30 Mei 2021 ke lokasi calon objek wisata Puncak Tamiang di Jalan Lintas Pantai Timur Sukadana Lampung Timur Kilometer 21.

Meskipun tersisa pondasi dan puing-puing bangunan markas Tentara Jepang sebagai situs bersejarah penting dan strategisnya Desa Sukadana masa lalu.

“Menurut saya, itu peninggalan sejarah penting sebagai penanda bahwa betapa penting dan strategisnya Sukadana di masa lalu,” tutur Ahmad Suryanto pada Minggu, 30 Mei 2021 pukul 20.12 WIB.

Guna membangkitkan semangat para pemuda Desa Sukadana hendaknya berpartisipasi membangun dengan cara memperkenalkan sejarah Agung leluhur.

“Salah satu cara untuk membangkitkan semangat dan kebanggaan rekan-rekan pemuda Sukadana untuk ikut turut serta berpartisipasi membangun daerahnya adalah dengan memperkenalkan sejarah agung leluhur mereka,” katanya.

Seharusnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur ambil alih dan merevitalisasi situ bersejarah itu.

“Seharusnya, Pemerintah Daerah mengambil alih dan bisa mengkonstruksi kembali situs itu,” imbuhnya.

Bangunan markas tentara Jepang di Puncak Tamiang Sukadana Lampung Timur mirip Goa Jepang di Bukit Tinggi Padang Sumatera Barat.

“Kalau lihat polanya sepertinya situs itu mirip dengan Goa Jepang di Bukit Tinggi,” ungkapnya.

Namun, Goa peninggalan tentara Jepang di Bukittinggi tersebut terpelihara bahkan tetap dipertahankan keasliannya.

“Hanya saja yang di Bukit Tinggi itu terpelihara sehingga masih bisa dipertahankan kondisi aslinya,” paparnya.

Ia sangat menyayangkan karena selama ini sejak 1942 – 2021 kawasan Gunung Tamiang bekas markas Tentara Jepang tak dihiraukan bahkan dilupakan.

“Bukit Tamiang itu sayang sekali benar-benar ditinggalkan begitu saja, nggak pernah disentuh dan akhirnya dilupakan orang,” sesalnya.

Ia bersyukur terdapat kesadaran warga dengan dibentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Tamiang Sukadana Lampung Timur.

“Syukur sekarang timbul kesadaran warga lewat Pokdarwis inisiatif Abang Ropian dan kawan-kawan ini,” tuturnya.

Disekitar kawasan Gunung Tamiang banyak tanaman buah-buahan durian, tinggal sentuhan tangan bakal menjadi objek wisata yang ramai.

“Sekitar itu banyak durian, tinggal di sentuh sedikit aja, insyaallah bakal jadi lokasi wisata ramai,” katanya.

Kedepannya sangat baik apabila Pemkab Lamtim menjadikan Gunung Tamiang destinasi wisata unggulan dan melakukan rekonstruksi melibatkan stakholder.

“O iya, ke depan akan sangat baik jika Pemkab Lamtim mau jadikan bukit Tamiang itu sebagai destinasi wisata unggulan dengan melakukan rekonstruksi melibatkan berbagai pihak: sejarawan dan sebagainya,”

Selain tanaman buah-buahan durian, juga terdapat tanaman rempah-rempah berupa lada yang amat tepat dijadikan objek wisata.

“Di sekelilingnya durian dan lada juga jadi komoditas yang bagus untuk “dipariwisatakan” seperti yang sudah saya gagas sebelumnya,” pungkasnya.

Selain, mantan Kepala Desa Kali Pasir Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur, almarhum Adnan orangtua Ahmad Suryanto juga Tentara Jepang yang dilatih di markas Tentara Jepang di Puncak Tamiang.

“Ayah saya dulu konon mantan kombatan perang kemerdekaan yang pernah dilatih Jepang. Saya cuma menduga mungkin di Puncak Tamiang itu dulu ayah dilatih Jepang,” ungkapnya.
(RK)

You might also like

error: Content is protected !!