Warga Geruduk Proyek Pagar TPU Karangrejo, Desak Rekanan Profesional

METRO –  Sejumah warga jalan Atmo Sentono 23 Polos Kelurahan Karangrejo Metro Utara menuntut proyek pagar TPU (Tempat Pemakaman Umum) sepanjang 50 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp. 100 juta bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Tahun 2021 untuk di bongkar, Senin (03/05/2021).

Tuntutan warga yang di saksikan Lurah Karangrejo, Saifulah, Ketua RT 10 Karangrejo, Annas, Juru Kunci TPU mbah Bejo, dan sejumlah warga, dan di hadiri rekanan Ridwan akhirnya menemui titik terang setelah pihak rekanan mengabulkan tuntutan warga.

Bejo juru kunci TPU mengatakan bahwa, proyek TPU ini dikerjakan asal jadi, tanpa memperhitungkan dampak kedepan dan dinila tidak sesuai bestak.

“Kami dan warga sudah memperhatikan pekerjaan ini setiap hari mulai pondasi sampai saat ini. Saya sudah menegur pekerja, agar pekerjaan dikerjakan sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya), jangan asal jadi,”ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Bejo proyek pagar TPU ini sudah jelas tidak transparan dari awal. Yang pertama tidak di lengkapi papan informasi di lokasi pekerjaan.

Sehingga warga tidak mengetahui berapa nilai pagunya. Kedua kedalaman pondasi hanya 10 centi meter, di khawatirkan bila dikerjaan tidak sesuai bestek matrial yang di gunakan kedepan bisa roboh.

“Kami meminta gambar RAB nya, kami sebagai warga ikut mengawasi agar pekerjaan bagus dan awat tahan lama,”jelasnya.

Kemudian pada bagian pemasangan tiang penyangga (pilar red) pagar tidak memakai batu split dan adukan semen bukan untuk mengecor. Dan besi kecil yang digunakan tidak mengait pada slop bawah dan atas.

Senada juga diungkapkan warga lain. Ia menyebut bila di lihat matrial yang digunakan dengan pagu anggaran Rp.100 juta tidak masuk akal, seharusnya proyek TPU ini kualitasnya harus jauh bagus, mulai dari pondasi sampai finishing nanti. Apalagi panjang volume hanya 50 meter dan tinggi kurang lebih hanya 2 meter.

“Ini uang rakyat harus bisa di pertanggung jawabkan. Pihak rekanan harus profrsional dan apalagi ini untuk kepentingam umat bersama. Kami akan mengawasi terus sampai selesai, kalau tuntutan warga tidak di respon, pamong dan warga sudah sepakat akan melaporkan pekerjaan ini ke Walikota dan DPRD,”kata dia.

Menggapi hal tersebut, Ridwan selaku rekanan Cv. Lampung Putra Sanjaya berjanji akan mengabulkan permintaan tuntutan warga. (*)

You might also like

error: Content is protected !!