#Tsunami Politik WARU

Ir. Hadi Kurniadi, S.T.,M.T

Istilah Tsunami mungkin tidak asing di telinga kita. Gelombang laut
besar yang muncul secara tiba tiba yang dapat menyapu apa saja
yang dilaluinya. Lihat Aceh, luluh lantak akibat gelombang Tsunami
tersebut.

Dalam konteks Pilwakot Metro, banyak kalangan meragukan akan
kemungkinan Waru memenangkan Pilwakot Metro.

Termasuk saya.
Selain pasangan Waru berasal dari jalur independen yang persentase
kemenangan dalam percaturan Pilkada di Lampung sangat kecil,
tersiar kabar diakhir akhir masa kampanye Waru "Mati" mesin. Tapi
Waru membuktikan itu dengan menjadi pemenang pada Pilwakot kali
ini.

“Dengan kemenangan ini, partai politik dan aktor aktornya di Kota
Metro layak dan wajib untuk mengevaluasi sistem dan perangkat
keorganisasiannya. Merapihkan kembali infrastruktur partai, Jangan
jumawa, Jagan sombong, Apa lagi merasa paling bisa, dll. Karena
Tsunami politik bisa kapan saja terjadi,”ungkap Ir. Hadi Kurniadi,
S.T.,M.T pemuda Kota Metro.

Pria bergelar Insinyur tenik sipil ini meyatakan bahwa, tidak
seberapa penting seperti apa cara anda untuk menang, yang
terpenting, setelah anda menang, anda dapat bermanfaat untuk
sebanyak mungkin warga Kota Metro.

“Mungkin kalimat tersebut layak di sematkan untuk pemenang
Pilwakot Metro WARU dari jalur independen. Kemenangan yang
bukan hanya "melibas" hegemoni partai, tetapi juga hegemoni
pemodal yang telah banyak makan asam garam dalam percaturan
politik Metro,”tuurnya.

Pemodal dalam setiap percaturan politik bukanlah hal yang asing
atau tabu. Setiap Paslon pasti memiliki calon pemodal yang akan
berinvestasi dalam perhelatan Pilkada.

“Dengan kemenangan WaRu yang merupakan pasangan independen
satu satunya di Pilkada Lampung kali ini tentu menjadi sangat
istimewa. Karena yang dihadapi WaRu bukan hanya koalisi Partai
politik yang mendukung Paslon tetapi juga Koalisi Pemodal yang
berada di balik para Paslon Paslon tersebut,”irainya.

Lalu siapa pemodal di balik WaRu…? Ini menarik, melihat WaRu
adalah Paslon dari jalur independen, tentunya tidak semua pemodal
yang mau berinvestasi kecuali pemodal yang memiliki ikatan
emosional dengan WaRu.

Lanjutnya, Pemilihan kepala daerah baik Gubernur, Bupati dan
Walikota di 270 Daerah telah usai , dari sekian banyak pasangan
calon terdapat 68 Paslon independen yang ikut bertarung di 9
Desember lalu. Dah hasilnya 6 Paslon yang maju dari jalur
independen tersebut memenangkan pertarungan. Satu dari enam
Paslon yang menang tersebut adalah WaRu. Paslon perseorangan
yang ikut berkompetisi di pilwakot kota metro.

“Kemenangan pasangan WaRu ini dirasa sangat unik dan menarik
perhatian publik Kota Metro. Mengingat pasangan WaRu ini berada
di antara Paslon yang diusung oleh koalisi partai partai kuat di kota
metro.

Nama nama besar yang menjadi kompetitor pasangan WaRu
tidak bisa di anggap enteng. Mulai dari ketua partai Tingkat Wilayah,
ketua partai Tingkat Kota yang memenangkan pileg berkali kali,

Mantan Wakil walikota, Pengusaha dan politisi, Anak Mantan
Walikota dua periode, dll. Bahkan sejak proses awal pencalonan dr.
Wahdi, sempat mendaftarkan diri ke partai partai politik tersebut,
tetapi rekomendasi tak kunjung turun dan akhirnya memilih jalur
independen dengan mengumpulkan 11.900 lebih dukungan
warga,”bebernya.

Dilihat dari kacamata manapun, pasangan calon independen yang
belum pernah terjun ke dunia politik praktis, nyaris tidak akan pernah
di unggulkan.

Karena di dunia politik praktis dan prakmatis seperti
sekarang ini, tidak cukup hanya bermodalkan Sumber Daya tetapi
dibutuhkan keberanian ekstra untuk mengoptimalkan sumberdaya
yang ada.

Menginvestasikan sumberdaya yang dimiliki untuk masuk
ke pertarungan pemilihan kepala daerah bukan suatu yang mudah.
Keberanian itu muncul dari pengalaman, atau pernah mengelola
pertempuran pertempuran sebelumnya, dengan latar belakang
seorang Dokter kandungan dan PNS, dan memilih pensiun dini,
kemenangan Pasangan WaRu layak di apresiasi oleh semua
kalangan.

Ibarat istilah Pertarungan ini seperti pertarungan antara
Daud dan Gholiat, Seorang penggembala kambing berhadapan
dengan seorang Jendral Perang yang tak pernah kalah berperang,
Tetapi harus kalah dari ketapelnya Daud.

Dengan kemenangan WaRu yang telah diraih ditengah tengah
hegemoni Partai politik dan Paslon Kompetitor, kita berharap WaRu
mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi.

Sehingga
masyarakat punya Diferensiasi tentang pengelolaan pemerintahan
antara Calon dari jalur Independen dan Calon dari Jalur Parpol.
Selamat kepada WaRu.

“Selamat kepada WaRu yang tidak hanya memberikan Tsunami
kepada para partai politik pengusung Paslon, tetapi juga kepada
para pemodal yang telah biasa bermain didalam pilwakot
metro,”tandasnya.(*)

You might also like

error: Content is protected !!