Biaya Pengembangan Taman Kuliner Tugu Tani Diduga Menyimpang?

LAMPUNG TIMUR – Pelaksanaan kegiatan pembangunan pengembangan Taman Kuliner Tugu Tani di Desa Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo yang dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan (TPK) belakangan ini muncul aroma tak sedap.

Soalnya, dana untuk biaya kegiatan tersebut yang menggunakan dana desa (DD) tahun anggaran 2020 dengan nilai cukup fantastis mencapai ratusan juta rupiah terindikasi bermasalah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya untuk kegiatan pekerjaan yang dilakukan TPK Desa Taman Fajar bernilai Rp.132.838.000 dengan waktu enam bulan tersebut disinyalir hasilnya tidak sesuai.

Diketahui ada beberapa item kegiatan pekerjaan maupun biaya belanja material yang dibeli untuk pembangunan pengembangan Taman Kuliner Tugu Tani tersebut.

# Biaya pemugaran diseputar patung tugu tani sedangkan patung sudah ada sejak dahulu. # Biaya pembuatan gazebo tempat para pedagang berjualan kuliner. # Biaya pembelian dan pemasangan paving blok diseputaran tugu sekitar 51 x 48 x 0,5 M dan # Biaya pengecatan tugu dan upah bagi pekerja.

Pantauan tim media dilapangan bahwa jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk biayai kegiatan pembangunan pengembangan tersebut tidak sesuai dan hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Kuat dugaan anggaran tersebut telah diselewengkan oleh Pemerintah Desa Taman Fajar, mengingat masa waktu pengerjaan selama enam bulan dan saat ini sudah mendekati akhir tahun 2020.

Umi ( 55 ) salah satu warga disekitar lokasi kegiatan mengatakan pembangunan bersifat pemugaran dan patung tani itu memang telah dibuat sejak lama.

”Kalau patung tani memang sudah ada dari dulu pak, bangunan baru itu hanya buat luarnya saja. Sepertinya belum beres, nantinya dibangun gazebo untuk orang jualan makanan disitu,” ungkap Umi, seperti dikutip dari artikel radarnews.id pada edisi Rabu, 29 Desember 2020 berjudul Diduga Rehabilitasi Taman Tugu Tani Desa Taman Fajar Diselewengkan

Melihat dana yang cukup besar mencapai ratusan juta rupiah untuk biaya pembangunan tersebut, untuk itu Umi berharap dapat segera diselesaikan.

”Sampe sekarang pembangunan belum beres, seharusnya sudah, apalagi sekarang ini sudah mau deket tahun baru 2021. Kami pengen cepet beres dan biar rame dilokasi ini,” tambahnya.

(Ropian Kunang/Tim)

You might also like

error: Content is protected !!