
LAMPUNG TIMUR – Saat metrodeadline melakukan penelusuran pada Kamis, 19 November 2020 menemukan Air Terjun Way Guruh Kiam di Dusun Kuripan Desa Sukadana Kecamatan Sukadana.
Air Terjun Way Kiam merupakan objek wisata tersembunyi yang membutuhkan pengelolaan dan kepedulian semua pihak dalam rangka pengembangan
Sunandar (40) warga Dusun Sabah Desa Sukadana mengatakan debit air terjun way ki kecil apabila pintu air bendungan sungai Way Muara Bungur Desa Lehan Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur (dibagian hulu) dibawah jembatan lintas pantai timur ditutup.
“Air terjunnya kecil kalau pintu air sungai Way Muara Bungur ditutup, air Way Muara Bungur juga mengalir ke Air Terjun Way Guruh Lehan,” tutur Sunandar kepada metrodeadline pada Kamis, 19 November 2020 pukul 16.30 WIB saat ditemui di sawahnya di hilir Air Terjun Way Kiam.
Sawah milik Sunandar dan masyarakat lainnya masih dapat di garap atau 2 kali panen dalam setahun.
“Walaupun kemarau, sawah kami masih bisa garap, tapi musim hujan airnya banjir luber karena nggak ada drainase giliran padi kuning siap panen, setahun masih bisa 2 kali panen,” katanya.
Suara gemuruh Air Terjun Way Kiam terdengar sampai Dusun Sabah Desa Sukadana tempat tinggal Sunandar yang berjarak sekitar 2 kilometer di hilir.
“Kalau lagi musim hujan suara air terjun besar sekali sampai kerumah kami, sedangkan jaraknya sekitar 2 kilometer,” ujarnya.
Ia berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dapat merealisasikan saluran irigasi hindari banjir saat turun hujan.
Sebelumnya, metrodeadline menelusuri lokasi Gunung Tumiang Desa Sukadana yang layak dikembangkan menjadi destinasi objek wisata Puncak Tumiang.
“Gunung Tumiang terbagi 2 Desa, selain Desa Sukadana juga wilayah Sukadana Tengah, kalau mau dijadikan objek wisata setidaknya dibutuhkan lahan dan menemui pemilik lahan dulu,” kata Jarib Kepala Dusun Asem Kamal Desa Sukadana.
“Kalau badan jalan sudah ada bangunan Belanda, diatas Gunung Tumiang banyak bekas bangunan Belanda, ada pintu besi, terowongan tapi sudah tertutup dan sumur,” terang Jarib.
“Setiap ulang tahun Polri, anggota Polres Lampung Timur pasti mengadakan motor kros ke Gunung Tumiang, terus ke Gunung Pawiki,” ungkapnya.
Kepala Desa Sukadana, Idrus sangat mendukung apabila Gunung Tumiang dan Air Terjun Way Kiam dikembangkan menjadi destinasi objek wisata.
“Saya setuju kalau gunung tumiang dan air terjun way kiam dijadikan lokasi wisata,” kata Idrus singkat saat dimintai keterangan dirumahnya.
Ia berharap agar Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi Lampung maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur turut serta mengembangkan.
“Kami berharap Pemerintah, Pemerintah Daerah mengembangkan seperti Puncak Bandung dan Puncak Bogor, di Lampung Timur ada Puncak Tumiang selain Puncak Pawiki,” harap Kepala Desa Sukadana.
Dari Fahmi Rizal staf integrasi pengelolaan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Timur diperoleh daftar nama, letak dan titik tertinggi bukit dan gunung di Kabupaten Lampung Timur pada Senin, 12 November 2018 lalu.
1. Gunung Merah di Kecamatan Marga Tiga titik tertinggi 250 meter dpl,
2. Bukit Salupa di Kecamatan Marga Tiga titik tertinggi 100 meter dpl,
3. Gunung Kemuning di Kecamatan Jabung titik tertinggi 170 meter dpl,
4. Gunung Jabung di Kecamatan Jabung titik tertinggi 25,40 meter dpl,
5. Gunung Tumiang di Kecamatan Sukadana titik tertinggi 160 meter dpl dan
6. Gunung Tiga di Kecamatan Bumi Agung titik tertinggi 147 meter dpl.
Puncak Tumiang dan Air Terjun Way Kiam Sukadana merupakan Destinasi Wisata Alam Lampung Timur tersembunyi.
(Ropian Kunang)

Respon (1)