Bertahun-tahun Terbengkalai, Atap SDN 3 Rama Puja Hancur Diterjang Angin Puting Beliung

LAMPUNG TIMUR – Sebagian atap satu unit bangunan gedung SDN 3 Rama Puja Kecamatan Raman Utara dikepalai oleh Tohari hancur dihempas angin puting beliung pada tahun 2018 lalu.

Tetapi sampai kini belum disalurkan bantuan rehabilitasi baik dari Pemerintah Propinsi Lampung maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Satu unit bangunan gedung untuk 2 ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) murid kelas 5 dan kelas 6 serta 1 ruang KBM kelas 2 juga turut terdampak tapi beruntung ruang KBM kelas 2 dapat ditambal sulam.

“Kena angin puting beliung tahun 2018, waktu saya masih menjabat PLT, terus ada covid-19, katanya ada dana masuk anggaran daerah, saya tidak tahu persis yang penting kita kelola seadanya,” kata Tohari pada Senin, 26 Oktober 2020 jam 11.00 WIB diruang kerjanya.

“Mau dandan sendiri dananya nggak ada, kita ajukan tetap aja nggak turun, yang kena puting beliung 3 lokal, yang di sini dua lokal kelas 5 dan 6, terus satu lokal lagi kelas 2 tapi yang parah lokal kelas 5 dan kelas 6,” ungkap Kepala SDN 3 Rama Puja itu.

“Dulu sudah disurvei dari Gubernur dan Dinas Pendidikan, saya tahu, saya kan tanya yang survei, saya tanyakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten kapan mau mulai digarap, ya tunggu aja katanya, nggak tahu datang covid,” paparnya.

“Saya diantik jadi Kepala Sekolah disini awal bulan Januari 2019, saya diangkat menjadi PNS tahun 1982 mulai ngajar disini, sekarang jumlah murid 108 orang,” terangnya.

“Ruangan kelas 2 masih bisa di dandan dipakai belajar, yang rusak di depan itu saya biarin, biar Pemerintah melihat, tapi kemarin sudah saya tanyakan, katanya tahun 2021 sudah didaftarkan untuk direhab,” tutur guru Agama Islam itu.

“Survei yang dulu Gubernur Lampung, tapi survei yang kedua Bupati Lampung Timur yang penting sudah mengajukan,
itukan urusan Pemerintah, kita ini hanya melaksanakan, kalau usulan pertama mangkrak.”

“Kita kemarin usulkan lagi tahun 2019 katanya dapat tapi sekarang nyatanya enggak, malah yang dapat sekolah yang lain, ya nggak apa-apa.”

“Turun katanya, tapi kemarin di suruh mengajukan lagi, ya sudah saya ajukan, sementara tahun ini rehab malah ada di SD 2 di Rejo Katon, SD 2 Rejo Binangun.”

“Kalau ini positif dibangun, kemarin sudah saya tanyain pada waktu rapat koordinasi, gimana nasib SD kami, kalau membangun nggak mungkin, karena membangun sekolah besar dananya, udah pak langsung dijawab begitu, nanti minta daftarkan di 2021,”

“Katanya kemarin dibangun tahun 2020 ada anggaran APBD yang dialihkan itu dipotong Covid, karena kalau kita nggak bisa, ya udah saya diem aja.”

“Ya dibangun, kalau kami memang udah dijanjikan jadi saya nunggu, ya jangan sampai mundur, kalau sampai mundur sekolahnya gimana kita tunggu saja sampai Maret 2021, kalau saya orangnya enggak macam-macam.”

“Jumlah guru negerinya ada 5 orang, guru honornya ada 4 semuanya 9 orang dan ada 1 orang tukang bersih-bersih lingkungan kita di sini karena kita agak kerepotan,” tutupnya.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!