
LAMPUNG TIMUR – Selain uang, pencuri juga berhasil menggasak barang-barang milik keluarga pasien rawat inap (Ranap) yang menempati ruang bedah kelas III pria RSUD Sukadana alias bangsal.
Sugeng warga Kecamatan Bandar Sribawono belumlah semalam nungguin istrinya diranap disitu, handphone (HP) merk hotwav yang baru dibeli seharga Rp.1,5 juta digasak maling.
Juga berikut charger dan tas kecil turut serta digondol tukang maling yang punya kesempatan melakukan aksinya pada Rabu, 7 Oktober 2020 sekitar jam 03.00 WIB subuh.
“Tadi malam ada HP model baru hilang harga 1,5 juta merk hotwav punya pak Sugeng dari Sribawono,” kata Irfan anak pasien ruang bedah kelas III pria RSUD Sukadana pada Rabu, 7 Oktober 2020 sekitar pukul 13.30 WIB sepulang orangtuanya dari menjalani perawatan.
“Ini nomor HP (+62 857-6939-6904) pak Sugeng yang hilang itu, dia dipanggil dari kantor supaya laporan tapi nggak mau, katanya biar-biarin ajalah,” pungkasnya Irfan menirukan Sugeng.
Ketika dikonfirmasi petugas Security RSUD Sukadana mengatakan pada saat terjadi pencurian tersebut mereka tidak melaksanakan piket.
“Waktu terjadi pencurian itu bukan piket kami,” kata seorang Security diamini rekannya pada Jumat, 9 Oktober 2020 sekitar pukul 21.00 WIB dijumpai usai melepas gambar sepasang Cabup-Cawabup Lamtim terpasang didinding ruang rawat inap Kelas I-VIP.
Nasib buruk juga dialami suami seorang pasien lain sebab berselang beberapa kemudian diruang ranap tersebut pencuri kembali beraksi bahkan berhasil mencuri 2 buah HP.
“Dia baru masuk, siangnya kita ngobrol dinasehati supaya hati-hati kalau punya uang atau HP jangan sampai hilang, nggak taunya malemnya HP-nya hilang malahan 2 sekaligus, tapi dua pasien itu udah pulang semua, o iya saya juga dengar ada yang hilang duit itu,” ungkap keluarga Sanim (75) pasien rujukan diruang ranap kelas III pria warga Desa Semarang Baru Kecamatan Pasir Sakti pada Minggu, 11 Oktober 2020 pukul 18.30 WIB saat ditemui diruang bedah kelas III pria.
Keluarga Sanim juga mengeluhkan perihal layanan tenaga kesehatan RSUD Sukadana sebab selama 3 hari berturut-turut orangtuanya disinyalir ditelantarkan tidak ditangani.
“Ini bapak sakit prostat udah sepuluh hari disini rujukan dari AKA, nggak ditangani sampe 3 hari, kata dokter Budi bawa ke Sukadana karena alatnya di Sukadana lengkap, sampek disini, besok, besok, besok, terus kakak saya bilang mau ditangani nggak, udah gitu baru ditangani,” keluhnya kedua keluarga Sanim.
CCTV yang terpasang diruang bedah dan syaraf RSUD Sukadana disinyalir mubah saja sebab tak berfungsi, begitu juga dengan Zainal Abidin Wahid suami Juwahir pasien ranap mengeluhkan lampu di teras ruang VIP Kenanga rusak alias mati.
“Coba hidupkan lampu ini biar terang, waduh mati lampu teras ini,” keluh Zaenal diamini Cikmat adik iparnya pada Minggu, 11 Oktober 2020 saat duduk diteras ruang kenanga RSUD Sukadana sebelum adzan magrib tiba.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada konfirmasi balasan sebagai jawaban dari Wayan Widyana Direktur RSUD Sukadana terkait pasien hilang 3 buah HP, rusaknya lampu serta penelantaran pasien.
Sebelumnya telah diberitakan, terjadi aksi pencurian pada Kamis, 1 Oktober 2020 sekitar jam 03.00 WIB subuh diruang bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana Kabupaten Lampung Timur meskipun tampak didepan hanya diseberang jalan terdapat Markas Kepolisian Resort (Mapolres).
Pencurian berhasil menggondol uang sejumlah Rp.800 ribu milik Sarifah (38) istri Ibrahim (40) warga Desa Pasar Sukadana saat menemani Masamah (56) warga Desa Sukadana (Induk) ayuk iparnya dirawat inap (ranap) selama 12 malam berturut-turut diruang bedah kelas III pria tersebut.
Sarifah melaporkan peristiwa tersebut ke Satpam yang kebetulan piket, tapi sayang Satpam tak berusaha mencari atau menyelidiki melainkan mengatakan CCTV sudah lama rusak.
“Uang saya 800 ribu hilang tadi malam, ketahuannya subuh sekitar jam 4 lebih sesudah saya keluar dari kamar mandi, memang saya ditanya oleh keponakan (Irpan), apakah ada barang yang hilang, tapi nggak saya hiraukan,” ungkap Sarifah pada Kamis, 1 Oktober 2020 pukul 15.30 WIB dikediamannya.
(Ropian Kunang)
