Acara Sukadana Fair, Ketua Forum APDESI Kecamatan Sukadana, Delli Solthoni : Penting Sekali

LAMPUNG TIMUR – Menyikapi rencana akan diadakan acara Sukadana Fair oleh David Suwandi Pratama (28) Ketua Karang Taruna Gempars Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana pada tahun 2021 mendatang disetujui Kepala Desa Pasar Sukadana, Delli Soltoni.

Adel panggilannya juga menjadi Ketua Forum Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sukadana menilai acara itu penting, agar masyarakat mengetahui tentang sejarah Sukadana.

“(Koordinasi) sudah, setuju, karena penting sekali acara tersebut dilaksanakan agar masyarakat umum tahu tentang sejarah Sukadana, mulai dari lahirnya (tahun 1650) sampai sekarang (tahun 2020),” kata Adel kepada metrodeadline pada Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 18.27 WIB melalui WhatsApp.

Ia juga mendukung rencana akan dilakukan revitalisasi terhadap bangunan-bangunan tertua peninggalan arsitek jaman kependudukan Pemerintahan era kolonial Belanda.

Mulai dari bangunan tangga, tahanan dan lainnya di Desa Sukadana (induk) berjarak ratusan meter dari bangunan kantor Wedana, kantor Pos, sumur didepan Puskesmas dan lain di Desa Pasar Sukadana yang dibatasi Sungai Way Sukadana sehingga untuk kedepan nantinya dapat dijadikan sebagai situs bersejarah dan cagar budaya.

Untuk diketahui, Pejabat Kantor Wedana dijabat oleh Mangku Ratu Sanjaya bin Radin Abdilah Gelar Suttan Syech Adafid, sedangkan Kepala Desa Sukadana (Induk/kampung tua), dijabat oleh Hasanuddin bin Bukik dan Pesirah Tuho (Tua) Sukadana dijabat oleh Abdul Wahab bin Bukik.

Menurut Rahman keponakan Magku Ratu Sanjaya, lebih dulu berdirinya Desa Sukadana (Induk) baru kemudian Desa Sukadana Pasar dan Sukadana Ilir.

“Pejabat Wedana itu paman kakak orang tua kami, lebih dulu berdiri Desa Sukadana (Induk), daripada Desa Sukadana Pasar dan Sukadana Ilir, nggak tau ada perubahan jadi Pasar Sukadana,” kata Rahman pada Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 19.00 WIB.

“Photo kantor Wedana nggak nyimpan, lokasinya disamping kantor Pos, ada bangunan didepan kantor Wedana itu juga bangunan jaman Belanda, (untuk revitalisasi) saya rasa semua bangunan kantor Wedana sama,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, historisnya, Kota Sukadana didirikan sejak tahun 1650 silam pada zaman onder afdeling era kependudukan Pemerintahan kolonial Hindia Belanda hingga tahun 2020 ini telah genap berusia 370 tahun.

Rencananya, pada tahun 2021, akan digelar kegiatan acara Sukadana Fair yang akan melibatkan 20 Desa se-Kecamatan Sukadana di lapangan Merdeka Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana.

Kegiatan itu akan dikoordinir oleh David Suwandi Pratama (28) Ketua Karang Taruna Generasi Muda Pasar Sukadana (Gempars) Desa Pasar Sukadana, dalam rangka memperingati kelahiran Kota Soekodano ke-371.

“Tahun ini usianya genap 370 tahun … Insyaallah tahun (2021) depan kita akan mengadakan SUKADANA FAIR guna memperingati berdirinya SOEKODANO yang ke 371,” tutur David kepada metrodeadline pada Selasa, 6 Oktober 2020 pukul 16.23 WIB melalui WhatsApp.

Meskipun acara Sukadana Fair diadakan tahun depan, setidaknya David telah memohon restu dari Deli Solthoni Kepala Desa Pasar Sukadana sekaligus Ketua Forum Kepala Desa se-Kecamatan Sukadana.

“Saya sudah koordinasi sekaligus minta izin dengan beliau, karena acara akan diadakan dilapangan Merdeka Desa Pasar Sukadana yang melibatkan 20 orang Kepala Desa se-Kecamatan Sukadana agar membuka stand Desanya masing-masing,” katanya.

Kegiatan Sukadana Fair menjadi ajang mempromosikan Sesat Agung Sukadana Lampung Timur sekaligus memperkenalkan arsitektur bangunan tangga warisan peninggalan arsitek era jaman Hindia Belanda.

“Kita juga akan mengadakan pergelaran teatrikal melibatkan sekitar 20 orang untuk mempromosikan
Objek Wisata Sesat Agung, utamanya memperkenalkan bangunan tangga bersejarah peninggalan Belanda,”

Rencana David tersebut mendapat dukungan dari Zainal Abidin Wahid Tokoh Adat Marga Unyi Sukadana.

“Saya sangat mendukung kegiatan itu, apalagi diadakan tahun depan mudah-mudahan wabah Covid-19 bisa kondusif,” kata Zainal pada Rabu, 7 Oktober 2020 jam 11.30 WIB dikediamannya.

“Menurut hemat saya, acara Sukadana Fair diadakan berlokasi di eks pasar baru tempat acara pasar wedana, karena perlu ditata dan hikmahnya tempatnya bisa jadi bersih dan hidup, bila perlu dibersihkan dulu,” jelas Suttan Paku Alam Tokoh Adat Marga Unyi Sukadana itu.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!